Kompas.com - 26/11/2020, 16:30 WIB
Diorama kedatangan Jepang ke Indonesia pada 1942 di Museum Vredeburg Yogyakarta. KemdikbudDiorama kedatangan Jepang ke Indonesia pada 1942 di Museum Vredeburg Yogyakarta.

KOMPAS.com - Seni liping tidak terlalu dikenal banyak orang karena hasil kreasinya mungkin tidak terlalu diketahui.

Seni liping atau dikenal dengan seni diorama adalah sebuah bentuk karya seni yang bentuknya berupa visualisasi tiga dimensi tentang cerita rakyat, tokoh, hewan, atau cerita-cerita warisan leluhur.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diorama merupakan sajian pemandangan dalam ukuran kecil yang dilengkapi dengan patung dan perincian lingkungan seperti aslinya serta dipadukan dengan latar yang berwarna alami, pola atau corak tiga dimensi suatu adegan atau pemandangan yang dihasilkan dengan menempatkan obyek dan tokoh di depan latar belakang dengan perspektif yang sebenarnya sehingga dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Dikutip dari situs Indonesia.go.id, seni liping merupakan gambaran seni diorama yang menceritakan gambaran kehidupan. Diorama adalah benda miniatur tiga dimensi menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan. 

Baca juga: Seni Cadas: Pengertian, Bentuk, Motif dan Teknik

Dikutip dari buku Diksi Rupa Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa (2012) karya Mikke Susanto, bahwa diorama adalah gambaran adegan yang dituangkan dalam bentuk seni patung.

Secara umum “diorama" diartikan sebagai pengadaan sebuah pemandangan dalam ukuran kecil yang dibuat seperti aslinya, dilengkapi patung-patung, dan dipadukan dengan warna-warna.

Bahan membuat seni liping

Dalam pembuatan seni liping atau seni diaroma dibutuhkan beberapa alat dan bahan.

Berikut bahan pembuatan seni liping: 

  • Polimer clay

Polimer clay adalah salah satu jenis clay yang paling keras (firm) yang dibuat khusus untuk membuat sebuah figur dengan detail yang tinggi, dan nantinya bisa dikeraskan lagi dengan cara di oven.

  • Plaster cloth

Plaster cloth adalah sejenis bahan serat yang dikombinasi dengan bahan gips yang biasanya untuk membuat diorama dengan unsur bahan pembuat tanah dan dataran.

Baca juga: Sikap Apresiatif terhadap Karya Seni Murni

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat Musik Daerah Bengkulu

Alat Musik Daerah Bengkulu

Skola
Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Skola
Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Skola
8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

Skola
Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan

Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan

Skola
Souraja, Rumah Adat Sulawesi Tengah

Souraja, Rumah Adat Sulawesi Tengah

Skola
Rumah Melayu Atap Lipat Kajang di Riau

Rumah Melayu Atap Lipat Kajang di Riau

Skola
Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Skola
Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Skola
Melayu Atap Lontik, Rumah Adat Riau

Melayu Atap Lontik, Rumah Adat Riau

Skola
Keunikan Rumah Musalaki, Adat Nusa Tenggara Timur

Keunikan Rumah Musalaki, Adat Nusa Tenggara Timur

Skola
Mengenal Rumah Adat Bali

Mengenal Rumah Adat Bali

Skola
Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Riau

Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Riau

Skola
Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Skola
Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Skola
komentar
Close Ads X