Kompas.com - 26/11/2020, 14:28 WIB
Scenes from the First Crusade (Peoples Crusade), ilustrasi oleh Sebastian Marmoret, tahun 1490. britannica.comScenes from the First Crusade (Peoples Crusade), ilustrasi oleh Sebastian Marmoret, tahun 1490.

KOMPAS.com - Pada awal abad ke-11 Masehi, di kawasan Eropa dan Timur Tengah terjadi sebuah perang besar dan berkepanjangan yang sering disebut dengan Perang Salib.

Perang Salib pada hakikatnya bukanlah perang yang didasarkan karena adanya konflik agama, namun lebih kepada perebutan kekuasaan antara Byzantium Romawi Timur dan kaum muslimin.

Secara umum, latar belakang pecahnya Perang Salib, yaitu :

  1. Masyarakat Kristen kehilangan kebebasan dan keamanan untuk beribadah di tanah suci Yerussalem.
  2. Bani Saljuk menerapkan kebijkan yang membatasi umat Kristiani yang akan beribadah di Yerusalem.
  3. Bani Saljuk menguasai wilayah-wilayah penting di Asia Kecil dan mengancam eksistensi dari Konstantinopel.
  4. Adanya keinginan dari Byzantium Romawi TImur untuk mempertahankan penguasaan ekonomi perdagangan di Timur Tengah.

Baca juga: Sejarah Perang Tabuk (630)

Dalam buku Sejarah Eropa : Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, Perang Salib berlangsung pada tahun 1096-1270 Masehi. Periodisasi dari Perang Salib dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

  • Perang Salib I (1096-1144 Masehi)
  • Perang Salib II (1144-1187 Masehi)
  • Perang Salib III (1189-1192 Masehi)
  • Perang Salib IV (1219-1291 Masehi)

Kampanye Perang Salib I

Perang Salib I yang dimulai pada 1096 Masehi merupakan hasil dari kampanye dan propaganda dari Paus Urbanus II dan Peters Amin. Mereka aktif dalam mengkampanyekan Perang Salib di kalangan keuskupan agung.

Pada 1095, kampanye tersebut berhasil mengumpulkan tentara sebanyak 150.000 yang sebagian besar berasal dari Perancis dan Normandia.

Mereka berangkat menuju Konstantinopel dan kemudian akan menaklukan Palestina.

Baca juga: Perang Mutah (629): Latar Belakang dan Serangan Pertama

Hasil Perang Salib I

Dalam buku Sejarah Islam Klasik (2013) karya Susmihara dan Rahmat, Tentara Salib yang dipimpin oleh Godfrey, Behemond, dan Raymond mendapatkan kemenangan besar pada Perang Salib I.

Mereka berhasil menaklukan Nicea dan menguasai Edessa (Turki) pada tahun 1908. Mereka juga mendirikan pusat pemerintahan tentara Salib bernama County Edessa (Kerajaan Latin I) dan mengangkat Baldwin sebagai rajanya.

Tentara Salib tidak hanya berhenti sampai di Edessa. Mereka kembali melakukan penaklukan di kawasan Timur Tengah dan mendirikan tiga kerajaan Latin, yaitu:

  • Kerajaan Latin II di Anotiokia (1098 Masehi) yang dipimpin oleh raja Behemond
  • Kerajaan Latin III di Baitul Maqdis (1099 Masehi) yang dipimpin oleh raja Godfrey
  • Kerajaan Latin IV di Tripoli (1099 M) yang dipimpin oleh raja Raymond

Baca juga: Sejarah Penaklukan Konstantinopel (1453)


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X