Ketahanan Pangan: Definisi dan Strategi Pemerintah untuk Mewujudkannya

Kompas.com - 19/11/2020, 17:14 WIB
ilustrasi sawah shutterstock.comilustrasi sawah

KOMPAS.com - Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Setiap manusia memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Agar kebutuhan pangan masyarakat bisa tercapai, maka perlu dilakukan beberapa usaha. Salah satunya adalah dengan cara mewujudkan ketahanan pangan.

Dilansir dari buku Urban Farming untuk Ketahanan Pangan (2019) karya Sitawati, Euis Elih, dan Dewi Ratih, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan.

Tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah dan mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Baca juga: Manajemen Sumber Daya Manusia: Tujuan dan Fungsinya

Aspek ketahanan pangan terdiri dari ketersediaan jumlah, keamanan, dan keterjangkauan harga. Ketersediaan pangan dibagi menjadi dua, yaitu cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan masyarakat.

Dari pembagian tersebut dapat diketahui bahwa masalah ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

Masalah ketahanan merupakan salah satu masalah yang cukup serius. Sebab kesejahteraan masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan pangan.

Oleh sebab itu, ketahanan pangan mutlak untuk diwujudkan. Ketahanan pangan yang kuat akan berdampak pada pembangunan ekonomi yang kuat pula.

Strategi mewujudkan ketahanan pangan

Upaya pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan terlihat dari pembentukan Badan Ketahanan Pangan yang bernaung di bawah Kementerian Pertanian.

Baca juga: Potensi Sumber Daya Manusia dan Upaya Pemanfaatannya

Program utama Badan Ketahanan Pangan adalah program diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat. Program tersebut diwujudkan melalui beberapa fokus kegiatan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Honai, Rumah Adat Provinsi Papua

Honai, Rumah Adat Provinsi Papua

Skola
Rumah Bubungan Lima, Rumah Adat Provinsi Bengkulu

Rumah Bubungan Lima, Rumah Adat Provinsi Bengkulu

Skola
Nuwo Sesat, Rumah Adat Provinsi Lampung

Nuwo Sesat, Rumah Adat Provinsi Lampung

Skola
Cara Mudah Membuat Reklame

Cara Mudah Membuat Reklame

Skola
Upaya Mengembangkan Kehidupan Kebangsaan Menuju Masyarakat Sejahtera

Upaya Mengembangkan Kehidupan Kebangsaan Menuju Masyarakat Sejahtera

Skola
Arti Tanggung Jawab dan Ciri-Cirinya

Arti Tanggung Jawab dan Ciri-Cirinya

Skola
Kisah Moedjair Menemukan Ikan Mujair

Kisah Moedjair Menemukan Ikan Mujair

Skola
Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Arsitek

Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Arsitek

Skola
Jenis Alat Musik Berdasarkan Fungsinya

Jenis Alat Musik Berdasarkan Fungsinya

Skola
Jenis Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyinya

Jenis Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyinya

Skola
Gerakan Rebound dalam Permainan Basket

Gerakan Rebound dalam Permainan Basket

Skola
Daur Hidup Berbagai Jenis Hewan

Daur Hidup Berbagai Jenis Hewan

Skola
Mengenal Ekosistem Laut

Mengenal Ekosistem Laut

Skola
Apa Kehebatan Seorang Arsitek?

Apa Kehebatan Seorang Arsitek?

Skola
Contoh-contoh Pengaruh Kalor pada Benda di Sekitar Kita

Contoh-contoh Pengaruh Kalor pada Benda di Sekitar Kita

Skola
komentar
Close Ads X