OJK: Tujuan Pembentukan, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Kompas.com - 19/11/2020, 13:25 WIB
Logo OJK www.ojk.go.idLogo OJK

KOMPAS.com – Sektor keuangan merupakan salah satu sektor yang paling penting dalam perekonomian Indonesia.

Karena merupakan sektor penting, maka kegiatan dalam sektor keuangan harus diawasi agar kegiatannya berjalan dengan lancar. Lembaga yang berperan mengawasi kegiatan sektor kuangan adalah Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).

Dilansir dari buku Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (2020) karya Irsyadi Zain dan Y. Rahmat Akbar, Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga independen yang mempunya fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyelidikan terhadap lembaga keuangan yang ada di Indonesia.

Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan merupakan bentuk upaya pemerintah Republik Indonesia menghadirkan lembaga yang mampu menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap keseluruhan kegiatan sektor keuangan.

Baca juga: Peran dan Fungsi Lembaga Ekonomi

Secara umum, tujuan utama pembentukan Otoritas Jasa Keuangan adalah:

  • Untuk mewujudkan sektor jasa keuangan yang tangguh, stabil, dan berdaya saing.
  • Untuk mewujudkan sektor jasa keuangan yang kontributif terhadap pemerataan kesejahteraan.
  • Untuk mewujudkan keuangan inklusif bagi masyarakat melalui perlindungan konsumen yang kredibel.

Fungsi utama Otoritas Jasa Keuangan adalah menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

Sedangkan tugas utama Otoritas Jasa Keuangan adalah melaksanakan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan bukan bank.

Wewenang Otoritas Jasa Keuangan

Dalam buku Bank dan Lembaga Keuangan Lain (2013) karya Totok Budisantoso dan Nuritomo, dijelaskan bahwa wewenang Otoritas Jasa Keuangan dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Wewenang Otoritas Jasa Keuangan dalam tugas pengaturan dan pengawasan jasa keuangan di sektor perbankan

Wewenang ini terdiri atas:

  1. Pengaturan dan pengawasan mengenai kelembagaan bank yang meliputi perizinan untuk pendirian bank dan kegiatan usaha bank.
  2. Pengaturan dan pengawasan tentang kesehatan bank yang meliputi laporan bank yang berhubungan dengan kesehatan dan kinerja bank, sistem informasi debitor, pengujian kredit, dan standar akuntansi bank.
  3. Pengaturan dan pengawasan tentang aspek kehati-hatian bank yang meliputi manajemen risiko, tata kelola bank, pemeriksaan bank, dan prinsip mengenal nasabah dan anti pencucian uang.

Baca juga: Produk-Produk Bank Syariah

  • Wewenang Otoritas Jasa Keuangan dalam tugas pengaturan lembaga bank dan non bank.

Dilansir dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, wewenang ini terdiri atas:

  1. Menetapkan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.
  2. Menetapkan peraturan perundang-undang di sektor jasa keuangan.
  3. Menetapkan peraturan tentang pengawasan di sektor jasa keuangan.
  4. Menetapkan peraturan tentang tata cara penetapan perintah tertulis terhadap lembaga jasa keuangan dan pihak tertentu.
  5. Menetapkan peraturan tentang tata cara penetapan pengelola statuter pada lembaga jasa keuangan.
  6. Menetapkan peraturan tentang tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

Baca juga: Bank Syariah: Definisi, Prinsip, dan Fungsinya

  • Wewenang Otoritas Jasa Keuangan dalam tugas pengawasan lembaga bank dan non-bank.

Wewenang ini terdiri atas:

  1. Menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan.
  2. Mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Eksekutif.
  3. Memberikan perintah tertulis kepada lembaga jasa keuangan dan pihak tertentu.
  4. Melakukan penunjukan pengelola statuter.
  5. Menetapkan penggunaan pengelola statuter.
  6. Menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
  7. Memberikan dan mencabut izin usaha.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya Mengembangkan Kehidupan Kebangsaan Menuju Masyarakat Sejahtera

Upaya Mengembangkan Kehidupan Kebangsaan Menuju Masyarakat Sejahtera

Skola
Arti Tanggung Jawab dan Ciri-Cirinya

Arti Tanggung Jawab dan Ciri-Cirinya

Skola
Kisah Moedjair Menemukan Ikan Mujair

Kisah Moedjair Menemukan Ikan Mujair

Skola
Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Arsitek

Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Arsitek

Skola
Jenis Alat Musik Berdasarkan Fungsinya

Jenis Alat Musik Berdasarkan Fungsinya

Skola
Jenis Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyinya

Jenis Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyinya

Skola
Gerakan Rebound dalam Permainan Basket

Gerakan Rebound dalam Permainan Basket

Skola
Daur Hidup Berbagai Jenis Hewan

Daur Hidup Berbagai Jenis Hewan

Skola
Mengenal Ekosistem Laut

Mengenal Ekosistem Laut

Skola
Apa Kehebatan Seorang Arsitek?

Apa Kehebatan Seorang Arsitek?

Skola
Contoh-contoh Pengaruh Kalor pada Benda di Sekitar Kita

Contoh-contoh Pengaruh Kalor pada Benda di Sekitar Kita

Skola
Perbedaan Perpindahan Panas Secara Konduksi, Konveksi, dan Radiasi

Perbedaan Perpindahan Panas Secara Konduksi, Konveksi, dan Radiasi

Skola
Ciri-ciri Pubertas pada Anak Laki-Laki

Ciri-ciri Pubertas pada Anak Laki-Laki

Skola
Usaha Masyarakat Untuk Menjaga dan Memelihara Sumber Daya Alam

Usaha Masyarakat Untuk Menjaga dan Memelihara Sumber Daya Alam

Skola
8 Tahapan Pertumbuhan Manusia

8 Tahapan Pertumbuhan Manusia

Skola
komentar
Close Ads X