Langkah-langkah Menyusun Kritik Sastra dan Esai

Kompas.com - 18/11/2020, 23:15 WIB
Ilustrasi langkah-langkah menyusun kritik dan esai. KOMPAS.com/ARUM SUTRISNI PUTRIIlustrasi langkah-langkah menyusun kritik dan esai.

KOMPAS.com - Langkah-langkah menyusun kritik sastra adalah memilih karya sastra, melakukan interpretasi, dan analisis. Langkah-langkah menyusun esai adalah menyusun topik, riset, membuat kerangka, menyusun dan menyunting.

Berikut ini penjelasan langkah-langkah menyusun kritik dan esai:

Tokoh yang berpengaruh dan memberi sumbangsih besar dalam dunia sastra dan bahasa Indonesia adalah H.B. Jassin. Melalui buku Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai (1967), ia mengenalkan esai dan kritik sastra.

Kritik sastra ialah karangan yang ditujukan untuk menanggapi karya sastra. Sedangkan esai ialah karangan opini pribadi.

H.B. Jassin menekankan, menulis esai maupun kritik sastra sangat diperlukan dalam dunia literasi. Karena dapat membangun ruang diskusi dan mengantarkan dunia sastra Indonesia ke arah yang lebih baik.

Baca juga: Perbedaan Kritik Sastra dan Esai

Terdapat langkah-langkah dalam menyusun kritik sastra dan esai:

1. Kritik sastra

Kritik berasal dari bahasa Yunani krinien atau krites, yang berarti menghakimi. Dalam perkembangannya, kritik sastra ditujukan untuk mengomentari atau menanggapi karya sastra. Tanggapan tersebut dapat dilengkapi dengan kelemahan dan kelebihan.

Langkah-langkah menyusun kritik sastra antara lain:

  • Memilih karya sastra

Sebelum menulis kritik sastra, terlebih dulu kita menentukan karya mana yang akan dibahas. Menentukan pengarang, jenis karya sastra (puisi, prosa, atau drama), menentukan tema, dan memilih judul.

Sebisa mungkin, pilih karya yang memiliki kedekatan dengan kehidupan pribadi kita. Hal ini berguna agar tanggapan kita dalam kritik sastra semakin valid.

Baca juga: Kritik Sastra dan Sebutan Kritikus

  • Melakukan interpretasi

Pada langkah ini, penulis kritik sastra menafsirkan makna yang ia dapat setelah membaca sebuah karya sastra.

Menurut Dina Gasong dalam Bahan Ajar Mata Kuliah Kritik Sastra (2018), interpretasi adalah usaha untuk memperjelas karya sastra melalui analisis, parafrasa, dan komentar.

Menafsirkan makna dapat dilihat berdasarkan unsur-unsur yang membangun karya sastra tersebut. Mulai dari unsur intrinsik sampai ekstrinsik.

  • Analisis

Tahap analisis adalah penguraian bagian-bagian atau norma-norma karya sastra. Analisis karya dilakukan dengan menelaah mana yang menjadi kelemahan dan kelebihannya. Analisis harus dilakukan berdasarkan data yang terdapat dalam karya sastra yang kita baca.

Baca juga: Struktur Kritik dan Esai

2. Esai

Membuat esai membantu kita melatih kemampuan menulis. Esai adalah karangan yang memuat pemikiran dan pendapat seseorang dengan tertata.

Jos Daniel Parera dalam Menulis Tertib dan Sistematik Edisi Kedua (1993) menerangkan, esai adalah sebuah karangan atau tulisan dalam bentuk prosa tentang apa saja. Meski demikian terdapat langkah-langkah menyusun esai:

  • Menentukan topik

Dalam menentukan topik, kita bisa melihat isu-isu di sekitar. Seperti isu yang sedang terjadi, paling sering dibicarakan, terbaru, atau yang paling dekat dengan kehidupan pribadi kita. Pilih topik yang dekat atau bersinggungan agar kita mudah menuliskannya.

  • Riset

Riset adalah tindakan meneliti, menggali, menyelidiki, atau menafsirkan suatu topik pembahasan. Dalam esai, biasanya dilakukan riset pustaka.

Tahap ini penting untuk memperkaya informasi dalam esai. Informasi tersebut dapat menjadi sumber referensi dari tulisan esai kita. Riset juga berguna untuk menghindari plagiarisme.

Baca juga: Jenis-jenis Kritik dan Esai

  • Membuat kerangka

Membuat kerangka tulisan berguna agar pembahasan tidak melebar. Penulis esai harus fokus pada satu topik tertentu. Kerangka esai sederhana dapat berupa:

  1. Pendahuluan: berisi latar belakang, informasi, atau identifikasi dari subyek atau obyek yang akan dibahas.
  2. Tubuh esai: narasikan gagasan yang hendak disampaikan. Narasi dapat disampaikan melalui sub topik atau penjelasan.
  3. Kesimpulan: sebutkan ulang topik yang ingin disampaikan dengan ringkas dilengkapi dengan hasil observasi, penilaian, atau sudut pandang penulis.
  • Menulis dan menyunting

Tahap akhir adalah menuliskan esai. Sebelum disodorkan pada publik, sebaiknya menyunting esai agar tidak terjadi kekeliruan, serta meminimalisir kesalahan ketik.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangga Nada Pentatonis dan Diatonis

Tangga Nada Pentatonis dan Diatonis

Skola
Jenis Suara Manusia: Sopran, Alto, Tenor, Baritone, dan Bass

Jenis Suara Manusia: Sopran, Alto, Tenor, Baritone, dan Bass

Skola
Rumah Dulohupa, Rumah Adat Gorontalo

Rumah Dulohupa, Rumah Adat Gorontalo

Skola
Mutual Security Act, Penyebab Kejatuhan Kabinet Sukiman

Mutual Security Act, Penyebab Kejatuhan Kabinet Sukiman

Skola
Rumah Walewangko, Rumah Adat Minahasa

Rumah Walewangko, Rumah Adat Minahasa

Skola
Rumah Bubungan Tinggi, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Rumah Bubungan Tinggi, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Skola
Contoh Manfaat Sumber Daya Alam bagi Kehidupan Manusia

Contoh Manfaat Sumber Daya Alam bagi Kehidupan Manusia

Skola
Menentukan Pasangan Asam Basa Konjugasi

Menentukan Pasangan Asam Basa Konjugasi

Skola
Rumah Lamin, Rumah Adat Kalimantan Timur

Rumah Lamin, Rumah Adat Kalimantan Timur

Skola
Teori Asal-Usul Kehidupan

Teori Asal-Usul Kehidupan

Skola
Teori Darwin

Teori Darwin

Skola
Teori Biogenesis

Teori Biogenesis

Skola
Sunan Kudus, Menghormati Ajaran Hindu

Sunan Kudus, Menghormati Ajaran Hindu

Skola
Daftar Taman Nasional di Indonesia

Daftar Taman Nasional di Indonesia

Skola
Sunan Drajat, Mengajarkan 'Catur Piwulang'

Sunan Drajat, Mengajarkan "Catur Piwulang"

Skola
komentar
Close Ads X