Kompas.com - 13/11/2020, 16:45 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Dia memperkenalkan kertas dan tinta pada masyarakat Jepang di masa pemerintahan Kaisar wanita Suiko. Origami menjadi populer di kalangan orang Jepang sejak saat itu dan turun-temurun.

Origami menjadi salah satu kebudayaan yang diakui orang Jepang dalam agama kepercayaan Shinto.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Hasil Seni Kriya Gerabah

Pada zaman Heian (741-1191 Masehi) origami dipercaya telah digunakan sebagai penutup botol sake (arak) ketika upacara penyembahan di kalangan kaum biksu Shinto, wanita dan anak-anak.

Pada masa tersebut, origami dikenal dengan julukan orikata atau origata, orisui, ataupun orimino.

Zaman Kamakura (1185-1333), bentuk origami yang dikenal disebut noshi. Noshi berasal dari singkatan kata noshi-awabi, yang artinya daging tiram tipis yang dijemur dan dianggap sebagai hidangan istimewa para orang Jepang.

Noshi dianggap sebagai pembawa keberuntungan bagi siapa saja yang menerimanya. Pada masa itu memotong kertas menggunakan pisau masih diperbolehkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peraturan zaman Muromachi (1338-1573) penggunaan pisau untuk memotong kertas telah dihentikan.

Origami berkembang dan dijadikan alat untuk memisahkan masyarakat golongan kelas atas dan kelas bawah.

Para samurai mengikuti ajaran Ise, sedangkan masyarakat biasa mengikuti ajaran Ogasawara.

Baca juga: Seni Kriya: Pengertian dan Fungsinya 

Origami dari masa ke masa menjadi begitu identik dengan budaya Jepang dan diwariskan secara turun-temurun.

Origami menggunakan kertas asli Jepang yang disebut washi dan menjadi bagian penting pada upacara adat keagamaan Shinto yang tetap dipertahankan hingga sekarang.

Kertas washi memiliki serat yang lebih panjang, tahan lama, tidak mudah lusuh dan robek.

Washi juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan uang kertas Di Jepang, karena tidak mudah lusuh dan robek.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X