Kompas.com - 13/11/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi istirahat SHUTTERSTOCKIlustrasi istirahat

KOMPAS.com - Setiap manusia tentunya perlu beristirahat agar tubuh serta pikiran dapat pulih kembali. Istirahat dengan tidur yang cukup dapat menjaga kesehatan tubuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Tentunya istirahat juga harus dilakukan dengan jumlah waktu yang cukup. Jika waktu istirahat kurang juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh.

Istirahat dapat memulihkan kembali tubuh setelah melakukan kegiatan sehari-hari.

Istirahat bagi tubuh ada berbagai macamnya, seperti tidur, bersantai, perubahan dalam aktivitas, berjalan di udara segar, atau berolahraga.

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, istirahat memiliki pengertian sebagai berhenti sejenak dari rutinitas atau kegiatan yang sedang dilakukan.

Baca juga: Mengatur Perencanaan Pola Makan dengan Menghitung Kebutuhan Kalori

Menurut Kementerian Kesehatan, waktu istirahat atau tidur yang baik adalah minimal tujuh jam setiap harinya.

Walau begitu, kebutuhan tidur tiap usia ternyata berbeda. Berikut penjelasannya yang dilansir dari situs Kementerian Kesehatan:

Usia Waktu tidur yang dibutuhkan
Usia 0-1 bulan Membutuhkan waktu tidur sebanyak 14 hingga18 jam setiap harinya.
Usia 1-18 bulan Membutuhkan waktu tidur sebanyak 12 hingga 14 jam setiap harinya.
Usia 3-6 tahun Membutuhkan waktu tidur sebanyak 11 hingga 13 jam setiap harinya
Usia 6-12 tahun Membutuhkan waktu tidur sebanyak 10 jam setiap harinya.
Usia 12-18 tahun Membutuhkan waktu tidur sebanyak 8 hingga 9 jam setiap harinya.
Usia 18-40 tahun Membutuhkan waktu tidur sebanyak 7 hingga 8 jam setiap harinya.
Usia 60 tahun ke atas dan lansia Membutuhkan waktu tidur sebanyak 7 jam dan 6 jam setiap harinya.

Makin bertambahnya usia, makin berkurang kebutuhan waktu tidurnya. Hal ini dikarenakan adanya faktor hormonal.

Baca juga: Pembelajaran Aktivitas Fisik

Mengatur perencanaan pola istirahat

Terkadang masih ada banyak orang yang rela begadang atau mengurangi waktu tidurnya untuk melakukan aktivitas.

Padahal tubuh juga memerlukan waktu istirahat yang cukup. Bagaimana caranya agar bisa mengatur perencanaan pola istirahat yang baik?

Berikut penjelasannya yang dikutip dari situs Kementerian Kesehatan:

  1. Cobalah untuk mengatur jadwal tidur
    Tidur lebih malam bukan berarti bisa bangun lebih siang. Upayakan untuk tidur pukul 8 atau 9 malam dan bangun pagi, misalnya pukul 6 pagi atau 7 pagi.
  2. Berolahraga setiap hari
    Rutin berolahraga bisa membuat tidur lebih nyenyak saat malam hari. Namun, jangan lakukan olahraga sesaat sebelum tidur, karena kondisi tubuh belum rileks.
  3. Tidak mengonsumsi kopi, rokok dan atau alkohol
    Setelah makan siang, hindari minuman atau makanan yang mengandung kafein. Hal ini dikarenakan kafein bisa membuat pola tidur terganggu. Sedangkan rokok bisa membuat sistem syaraf manusia menjadi susah tidur.
  4. Menenangkan pikiran dan mental
    Jangan terlalu banyak memikirkan hal yang tidak penting, karena akan membuat susah tidur. Menenangkan mental serta mengosongkan pikiran adalah cara terbaik agar bisa tidur dengan nyenyak.

Baca juga: Aktivitas Fisik yang Benar

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud), faktor terpenting dalam istirahat adalah tidur.

Studi menunjukkan bahwa setelah tidur yang cukup, otak kita akan kembali berfungsi dengan baik.

Salah satu hormon yang penting dalam aktivitas sehari-hari adalah kortisol, di mana waktu produksi tertingginya adalah dari waktu tengah malam hingga waktu pagi. 

Saat kita tidur, maka semua otot beristirahat dan sistem saraf dibebaskan dari segala ketegangan, kekerasan yang sering terjadi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Piramida Penduduk: Ekspansif, Stasioner, dan Konstruktif

Piramida Penduduk: Ekspansif, Stasioner, dan Konstruktif

Skola
Contoh Dialog Asking and Giving Opinion

Contoh Dialog Asking and Giving Opinion

Skola
Contoh Soal Mencari Persamaan Garis Lurus yang Melalui Suatu Titik

Contoh Soal Mencari Persamaan Garis Lurus yang Melalui Suatu Titik

Skola
Rumus Persamaan Garis Lurus dari Titik yang Dilaluinya

Rumus Persamaan Garis Lurus dari Titik yang Dilaluinya

Skola
Keuntungan Letak Geografis Indonesia

Keuntungan Letak Geografis Indonesia

Skola
Melaporkan Percobaan

Melaporkan Percobaan

Skola
Asteroid, Batuan di Tata Surya

Asteroid, Batuan di Tata Surya

Skola
Cara Menentukan Gradien dari Persamaan Garis

Cara Menentukan Gradien dari Persamaan Garis

Skola
Perubahan Sosial Budaya dan Bentuknya

Perubahan Sosial Budaya dan Bentuknya

Skola
Hari Kebangkitan Nasional, Bangkitnya Nasionalisme

Hari Kebangkitan Nasional, Bangkitnya Nasionalisme

Skola
Pengertian Persepsi dalam Komunikasi

Pengertian Persepsi dalam Komunikasi

Skola
Organ Luar Manusia

Organ Luar Manusia

Skola
Tokoh Kebangkitan Nasional

Tokoh Kebangkitan Nasional

Skola
Pengertian Wawancara dalam Jurnalistik dan 3 Macam Prosesnya

Pengertian Wawancara dalam Jurnalistik dan 3 Macam Prosesnya

Skola
Teori Pelanggaran Harapan, Harapan akan Perilaku Nonverbal Orang Lain

Teori Pelanggaran Harapan, Harapan akan Perilaku Nonverbal Orang Lain

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.