Kompas.com - 13/11/2020, 11:00 WIB
ilustrasi pemimpin Matej Kastelic/Shutterstock.comilustrasi pemimpin

KOMPAS.com – Fungsi manajemen yang telah diterapkan dalam sebuah organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya sosok pemimpin. Namun, keberadaan seorang pemimpin juga tidak menjamin tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. 

Agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien, maka seorang pemimpin perlu menerapkan kepemimpinan secara baik dan benar.

Kepemimpinan memegang peranan yang dominan, krusial, dan kritikal dalam keseluruhan upaya untuk meningkatkan prestasi kerja, baik pada tingkat individual, kelompok, dan organisasi.

Dilansir dari buku Teori-Teori Manajemen Sumber Daya Manusia (2018) karya Muhammad Busro, kepemimpinan adalah suatu proses memengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut dengan sukarela mau melaksanakan kegiatan bersama dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Baca juga: Manajemen: Teori, Manfaat, dan Tingkatannya

Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu mengelola sebuah organisasi dan mampu melaksanakan kepemimpinan secara efektif sehingga tujuan organisasi bisa dicapai.

Aspek penting kepemimpinan

Dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia (2009) karya Edy Sutrisno, dijelaskan bahwa dalam kepemimpinan terdapat tiga aspek penting, yaitu:

  • Pemimpin harus melibatkan orang lain

Orang lain di sini dapat diartikan sebagai bawahan, pengikut, atau anggota kelompok. Kesediaan anggota kelompok dalam menerima arahan dari pemimpin membantu menegaskan status pemimpin dan memungkinkan terjadinya proses kepemimpinan.

Tanpa adanya bawahan atau anggota kelompok, semua sifat-sifat kepemimpinan seorang pemimpim akan menjadi tidak relevan.

Baca juga: Peran Pelaku Ekonomi dalam Kegiatan Ekonomi

  • Kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan anggota kelompok

Maksudnya adalah anggota kelompok tetap memiliki kuasa dalam sebuah organisasi. Mereka bisa membentuk kegiatan kelompok dengan berbagai cara. Akan tetapi, kekuasaan pemimpin dalam sebuah organisasi cenderung lebih tinggi daripada anggota kelompok.

  • Kepemimpinan sebagai kemampuan untuk menggunakan berbagai bentuk kekuasaan

Kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin biasanya digunakan untuk memengaruhi perilaku anggota kelompok melalui sejumlah cara.

Pada dasarnya, para pemimpin memengaruhi para anggota kelompok untuk melakukan pengorbanan pribadi demi tujuan organisasi.

Oleh sebab itu, para pemimpin diharapkan memiliki kewajiban khusus untuk mempertimbangkan etika ketika akan mengambil keputusan.

Baca juga: Pelaku Ekonomi: Hubungan Antarpelaku Ekonomi


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X