Sistem Kepercayaan Manusia Purba Masa Praaksara

Kompas.com - 10/11/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi manusia masa praaksara di Indonesia shutterstock.comIlustrasi manusia masa praaksara di Indonesia

KOMPAS.com - Manusia purba mulai mengenal sistem kepercayaan pada zaman Neolithikum (Batu Baru). Kita dapat menelusuri konsep dan karakteristik sistem kepercayaan manusia purba dari artefak zaman Neolithikum.

Pada zaman Neolithikum berkembang kebudayaan Megalithikum yang erat kaitannya dengan eksistensi sistem kepercayaan manusia purba.

Kebudayaan Megalithikum merupakan suatu tradisi dan kebudayaan manusia purba yang menghasilkan batu-batu besar untuk keperluan religius.

Hasil Kebudayaan Megalithikum seperti menhir, dolmen, arca, waruga, sarkofagus dan punden berundak dapat memberikan penjelasan kepada kita tentang sistem kepercayaan manusia purba.

Baca juga: Sangiran, Tempat Penemuan Banyak Fosil Manusia Purba Indonesia

Sistem Kepercayaan manusia purba pada masa pra-aksara bisa dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu :

Kata animisme berasal dari bahasa Latin anima yang memiliki arti roh. Menurut buku Sejarah Asia Tenggara: Dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer (2013) karya M.C Ricklefs, animisme adalah sistem kepercayaan yang memuja makhluk halus dan roh nenek moyang.

Karakteristik manusia purba yang menganut paham ini adalah mereka mereka yang selalu memohon perlindungan dan permintaan sesuatu kepada roh nenek moyang seperti kesehatan, kesuburan, keselamatan, dan lainnya.

Secara harfiah, Dinamisme berasal dari bahasa Inggris dynamic yang berarti daya, kekuatan, dinamis. Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan supranatural seperti pohon besar dan batu besar.

Dalam buku Primitive Culture : Research into Development of Mythology, Philosophy, Religion, Language, Art, and Custom (1871) karya Edward B Tylor, dijelaskan unsur dinamisme manusia purba lahir dari ketergantungan manusia terhadap kekuatan lain yang berada di luar dirinya.

Manusia purba pada masa pra-aksara memiliki banyak keterbatasan sehingga mereka membutuhkan pertolongan dari benda-benda yang dianggap mampu memberi keselamatan.

Baca juga: Ciri-Ciri Masyarakat Praaksara

Totemisme merupakan sistem kepercayaan yang menganggap bahwa hewan atau tumbuhan tertentu memiliki kekuatan supranatural untuk memberikan keselamatan atau malapetaka kepada penganutnya.

Manusia purba yang menganut kepercayaan Totemisme cenderung mengeramatkan hewan atau tumbuhan tertentu, sehingga mereka tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi hewan dan tumbuhan tersebut.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Sejahtera: Konsep, Indikator, dan Tahapannya

Keluarga Sejahtera: Konsep, Indikator, dan Tahapannya

Skola
Apakah yang Akan Akan Terjadi pada Daerah yang Tidak Subur?

Apakah yang Akan Akan Terjadi pada Daerah yang Tidak Subur?

Skola
Manfaat Hewan bagi Lingkungan Sekitarnya

Manfaat Hewan bagi Lingkungan Sekitarnya

Skola
Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar

Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar

Skola
Fungsi Kaca pada Termos

Fungsi Kaca pada Termos

Skola
2 Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

2 Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

Skola
Akibat dari Sikap Tanggung Jawab

Akibat dari Sikap Tanggung Jawab

Skola
Jahit Aplikasi: Pengertian, Alat dan Bahannya

Jahit Aplikasi: Pengertian, Alat dan Bahannya

Skola
Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Skola
Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Skola
Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Skola
Sikap Tanggung Jawab Siswa di Sekolah

Sikap Tanggung Jawab Siswa di Sekolah

Skola
Contoh Tari Kontemporer dan Penciptanya

Contoh Tari Kontemporer dan Penciptanya

Skola
3 Unsur dalam Seni Tari: Wiraga, Wirama, Wirasa

3 Unsur dalam Seni Tari: Wiraga, Wirama, Wirasa

Skola
Pengertian dan Jenis Tari Kreasi

Pengertian dan Jenis Tari Kreasi

Skola
komentar
Close Ads X