Faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar

Kompas.com - 10/11/2020, 14:29 WIB
Petugas menunjukan pecahan dollar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (29/6/2018) siang berada pada level Rp 14.360. MAULANA MAHARDHIKAPetugas menunjukan pecahan dollar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (29/6/2018) siang berada pada level Rp 14.360.

KOMPAS.com - Dalam kegiatan transaksi ekonomi internasional, ada beberapa sistem nilai tukar yang digunakan, yaitu sistem nilai tukar tetap, sistem nilai tukar mengambang, dan sistem nilai tukar fixed but adjustable rate (FBAR).

Nilai mata uang domestik dalam sistem nilai tukar harus ditetapkan secara tetap terhadap mata uang asing.

Sedangkan dalam sistem nilai tukar mengambang, nilai tukar mata uang dapat berubah-ubah setiap saat. Tergantung pada jumlah permintaan dan penawaran valuta asing relatif terhadap mata uang domestik.

Dalam buku Konsep, Dinamika, dan Respon Kebijakan Nilai Tukar di Indonesia (2016) karya Ferry Syarifuddin, dijelaskan apabila permintaan valuta asing relatif terhadap mata uang domestik lebih besar dari penawarannya, maka nilai tukar mata uang domestik akan turun.

Berlaku sebaliknya, apabila penawaran valuta asing relatif terhadap mata uang domestik lebih besar dari permintaannya, maka nilai tukar mata uang domestik akan menguat.

Baca juga: Sistem Nilai Tukar: Definisi dan Sejarah

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kuat atau lemahnya nilai tukar adalah permintaan dan penawaran valuta asing. Permintaan dan penawaran valuta asing juga dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor valuta asing

Dilansir dari buku Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar (2004) karya Iskandar Simorangkir dan Suseno, dijelaskan beberapa faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran valuta asing, yaitu:

  • Faktor yang memengaruhi permintaan valuta asing

Ada tiga faktor utama yang memengaruhi permintaan valuta asing, yaitu:

  • Pembayaran impor

Semakin tinggi intensitas impor barang dan jasa, maka akan semakin besar permintaan terhadap valuta asing sehingga nilai tukar akan melemah.

Berlaku sebaliknya, semakin rendah intensitas impor barang dan jasa, maka permintaan valuta asing akan menurun sehingga nilai tukar akan menguat.

Baca juga: Sistem Nilai Tukar Tetap

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X