Penyusunan Laporan Hasil Penelitian Sosial

Kompas.com - 05/11/2020, 17:31 WIB
Ilustrasi menulis penelitian iStockphoto/Jacob Ammentorp LundIlustrasi menulis penelitian

KOMPAS.com – Menyusun laporan penelitian sosial tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan.

Prosedur pertama yaitu penyusunan proposal penelitian. Dilansir dari buku Metodologi Penelitian Sosial (2019) karya Ismail Nurdin dan Sri Hartati, proposal penelitian adalah rencana kegiatan penelitian yang dituangkan dalam bentuk dokumen berupa tulisan.

Kegunaan proposal penelitian adalah sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian agar proses penelitian bisa dilakukan dengan baik.

Proposal penelitian berisi, sebagai berikut:

  • latar belakang masalah
  • rumusan masalah
  • tujuan dan manfaat penelitian
  • tinjauan pustaka
  • metode penelitian
  • teknik pengumpulan data
  • instrumen
  • teknik pengolahan dan analisis data

Baca juga: Pengolahan Data dalam Penelitian Sosial

Pengolahan dan analisis data

Pengolahan dan analisis data dilakukan sesuai dengan jenis penelitian. Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif masing-masing memiliki teknik pengolahan dan analisis data sendiri.

Prosedur ketiga yaitu penulisan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian atau penyusunan laporan hasil penelitian. Penyusunan laporan hasil penelitian antara penelitian kualitatif dan kuantitatif berbeda.

Dalam penelitian kualitatif, laporan hasil penelitian dapat disusun secara simultan dan interaktif di dalam kesatuan siklus penelitian yang dilakukan.

Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, laporan tentang hasil penelitian beserta kesimpulan atas hasil penelitian, barus bisa disusun setelah tahap pengolahan dan analisis data selesai.

Sebab yang dilaporkan dalam penelitian kuantitatif adalah pengolahan dan analisis data itu sendiri.

Baca juga: Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Sosial

Aturan penulisan

Sama seperti proses menyusun, penulisan dalam laporan hasil penelitianpun tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada faktor-faktor yang perlu diperhartikan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Sejahtera: Konsep, Indikator, dan Tahapannya

Keluarga Sejahtera: Konsep, Indikator, dan Tahapannya

Skola
Apakah yang Akan Akan Terjadi pada Daerah yang Tidak Subur?

Apakah yang Akan Akan Terjadi pada Daerah yang Tidak Subur?

Skola
Manfaat Hewan bagi Lingkungan Sekitarnya

Manfaat Hewan bagi Lingkungan Sekitarnya

Skola
Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar

Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar

Skola
Fungsi Kaca pada Termos

Fungsi Kaca pada Termos

Skola
2 Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

2 Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil

Skola
Akibat dari Sikap Tanggung Jawab

Akibat dari Sikap Tanggung Jawab

Skola
Jahit Aplikasi: Pengertian, Alat dan Bahannya

Jahit Aplikasi: Pengertian, Alat dan Bahannya

Skola
Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Skola
Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Skola
Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Skola
Sikap Tanggung Jawab Siswa di Sekolah

Sikap Tanggung Jawab Siswa di Sekolah

Skola
Contoh Tari Kontemporer dan Penciptanya

Contoh Tari Kontemporer dan Penciptanya

Skola
3 Unsur dalam Seni Tari: Wiraga, Wirama, Wirasa

3 Unsur dalam Seni Tari: Wiraga, Wirama, Wirasa

Skola
Pengertian dan Jenis Tari Kreasi

Pengertian dan Jenis Tari Kreasi

Skola
komentar
Close Ads X