Kompas.com - 03/11/2020, 14:22 WIB
Presiden RI Sukarno, President Filipina Macapagal, dan Perdana Menteri Malaysia Tuanku Abdul Rahman menandatangani dokumen pembentukan Maphilindo di Manila, pada 5 Agustus 1963 National Library of the PhilippinesPresiden RI Sukarno, President Filipina Macapagal, dan Perdana Menteri Malaysia Tuanku Abdul Rahman menandatangani dokumen pembentukan Maphilindo di Manila, pada 5 Agustus 1963

KOMPAS.com - Demokrasi Terpimpin di Indonesia berlangsung dari tahun 1959-1965. Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin didominasi oleh hasrat dan cita-cita besar Soekarno.

Dalam buku Sejarah Indonesia Modern: 1200-2004 (2005) karya M.C Ricklefs, Demokrasi Terpimpin didominasi oleh kepribadian Soekarno, walaupun dalam pelaksanaannya dijalankan bersama dengan pemimpin-pemimpin angkatan bersenjata.

Soekarno tidak menyukai stabilitas, ketertiban, dan hal-hal prediktif yang merupakan tujuan dari penguasa pra-kolonial. Soekarno menginginkan sebuah revolusi yang berkesinambungan dan mobilisasi massa.

Politik luar negeri Indonesia yang diterapkan pada masa Demokrasi Terpimpin adalah politik bebas–aktif.

Kebijakan politik luar negeri Indonesia didasarkan pada Manipol USDEK yang merupakan akronim dari Manifesto Politik UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia.

Baca juga: Politik Luar Negeri Indonesia masa Demokrasi Parlementer

Penerapan politik bebas–aktif pada masa Demokrasi Terpimpin bersifat revolusioner dan radikal.

Dalam jurnal Politik Luar Negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin (2018) karya Sandi Dwi dan Corry Liana, karakteristik dari politik luar negeri Indonesia adalah kekuatan dan ketegasan.

Diplomasi yang diajukan oleh Indonesia harus direalisasikan dan bersifat tuntutan yang berfokus pada ketercapaian kepentingan nasional.

Sifat politik luar negeri bebas-aktif

Sifat politik luar negeri bebas-aktif Indonesia yang revolusioner dan ofensif dapat kita lihat melalui kebijakan pemerintah Indonesia dalam konflik internasional, sebagai berikut :

  • Pengembalian Irian Barat

Pada awalnya, Indonesia mengupayakan jalan diplomasi melalui tuntutan terhadap Belanda untuk mengembalikan kawasan Irian Barat ke Indonesia.

Baca juga: Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia

 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Siapa Penemu Bahasa Inggris?

Skola
Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Penyebutan Sate di Berbagai Negara

Skola
Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Peran Penting Kecoak untuk Bumi

Skola
Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Kenapa Tukang Cukur Kebanyakan Berasal dari Garut dan Madura?

Skola
Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Ngayau, Tradisi Turun-temurun dari Suku Dayak

Skola
Kisah Kepunahan Harimau Bali

Kisah Kepunahan Harimau Bali

Skola
Apakah Bangsa Viking Nyata?

Apakah Bangsa Viking Nyata?

Skola
Berapa Usia Matahari?

Berapa Usia Matahari?

Skola
Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Skola
Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Keunikan Alat Musik Fu, Maluku Utara

Skola
Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Tifa, Alat Musik Daerah Papua

Skola
Alat Musik Daerah Maluku

Alat Musik Daerah Maluku

Skola
Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Mengenal Alat Musik Daerah Gorontalo

Skola
Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Japen dan Garantung, Alat Musik Daerah Kalimantan Tengah

Skola
Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Alat Musik Panting Khas Kalimantan Selatan

Skola
komentar
Close Ads X