Kompas.com - 02/11/2020, 16:15 WIB
Ilustrasi lembaga politik shutterstock.com/By Andrii YalanskyiIlustrasi lembaga politik

KOMPAS.com – Pada dasarnya, pengelolaan kekuasaan di Indonesia mengadaptasi konsep trias politica. Namun, Indonesia tidak sepenuhnya menerapkan konsep tersebut.

Dilansir dari buku Pengantar Ilmu Politik (2010) karya Abu Bakar Ebyhara, dijelaskan bahwa konsep asli trias politica menghendaki pemisahan kekuasaan, tetapi Indonesia memodifikasinya menjadi pembagian kekuasaan.

Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, baik sebelum maupun sesudah dilakukan perubahan, terdapat tiga bagian pengelolaan kekuasaan negara, sebagai berikut: 

  • Kekuasaan membuat undang-undang

Kekuasaan membuat undang-undang disebut juga sebagai kekuasaan legislatif. Kekuasaan ini dipegang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Baca juga: Kekuasaan Kehakiman: Peran Lembaga Peradilan

 

Sebelum dilakukan perubahan UUD RI Tahun 1945, kekuasaan ini dipegang oleh presiden, DPR hanya memberikan persetujuan saja. Fungsi DPR sebelum dilakukan perubahan UUD RI Tahun 1945 dianggap kurang maksimal.

Dalam buku Dinamika Konsolidasi Demokrasi (2015) karya Valina Singka Subekti, dijelaskan bahwa pada masa orde baru DPR terkesan sebagai tukang stempel yang mengesahkan kebijakan pemerintah daripada sebagai penyalur aspirasi.

Akibat masalah tersebut, akhirnya dilakukan perubahan UUD RI Tahun 1945 tentang fungsi DPR. Setelah dilakukan perubahan, DPR akhirnya memiliki kedudukan yang lebih kuat dalam pengelolaan kekuasaan negara.

Setelah perubahan, DPR memiliki fungsi legislasi (membuat undang-undang), fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Fungsi tersebut telah diatur dalam pasal 20 ayat 1 UUD RI Tahun 1945.

Tidak hanya itu, DPR juga memiliki beberapa hak dalam menjalankan fungsinya, yaitu hak angket, hak interpelasi, dan hak menyatakan pendapat.

Baca juga: Lembaga Pengendalian Sosial: Jenis dan Fungsinya

  • Kekuasaan pemerintahan negara

Kekuasaan pemerintahan negara disebut juga sebagai kekuasaan eksekutif. Kekuasaan ini dipegang oleh presiden sehingga presiden berkedudukan sebagai kepala pemerintahan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X