Kompas.com - 28/10/2020, 15:46 WIB
Ilustrasi cerpen Ilustrasi cerpen

Berikut penjabaran penokohan dalam penggalan cerpen Cerita dari Belakang Wihara:

  • Tokoh Ping: tokoh utama, memiliki sedikit sisi paranoid. Dibuktikan dengan ketakutannya soal aturan wajib pakai jilbab.
  • Tokoh Nora: tokoh sampingan, teman dekat tokoh utama. Sama seperti Ping, Nora tergolong kelompok minoritas. Namun sikap nora santai, berani, cuek, sekaligus tegas.
  • Tokoh Abang Nora: tokoh sampingan yang menjadi penyebab kepindahan Nora ke Medan. Ia meninggal sebelum sempat berobat ke Singapura.
  • Tokoh Bu Erlin: tokoh sampingan, guru dari Ping, Nora, Icut, dan Yuli
  • Tokoh Icut: tokoh sampingan, seorang siswi biasa. Dibuktikan dengan penggalan kutipan “Icut dan Yuli datang ke sekolah dengan penuh tawa, mereka terlihat seperti orang lain dan mungkin itu terasa lucu.
  • Tokoh Yuli: sama seperti Icut, tokoh sampingan, seorang siswi biasa yang berusaha menyesuaikan diri dengan aturan baru di sekolah.

Latar

Latar dalam berpen berkaitan dengan tempat, waktu, atau suasana. Cerpen hanya membutuhkan pelukisan secara garis besar saja, atau bahkan hanya secara implisit, asal telah memberikan suasana tertentu yang dimaksudkan.

Latar tempat dalam cerpen karya Raisa Kamila di atas, antara lain belakang Wihara, gerbang sekolah, jalanan menuju rumah Ping (belakang Wihara), dan sekolah.

Latar waktu dalam cerpen ditandai dengan penggalan peryataan waktu dalam cerpen. Contohnya, “Berselang satu caturwulan” dan “di hari pertama setelah liburan”.

Sedangkan latar suasana, ketika di perjalanan percakapan Ping dan Nora terganggu meski pembahasannya cukup dalam.

Latar suasana sekolah di hari pertama cukup riang karena siswi merasa lucu dengan aturan baru.

Baca juga: Cara Mengubah Cerpen Menjadi Naskah Drama, Jawaban Soal TVRI SD 4-6, 4 Juni 2020

Amanat

Amanat merupakan pesan yang terkandung dalam cerpen. Ada amanat tersurat, yang dapat dilihat langsung dalam penggalan cerpen. Ada amanat tersirat, yang baru dapat dipahami pembaca setelah membaca keseluruan cerita.

Cerpen di atas mengandung amanat mengenai keberagaman agama. Agama maupun religiusitas bukanlah hal yang bisa dipaksakan, termasuk di lingkungan sekolah. Keberagaman dan kesetaraan hak dalam beragama harus berjalan beriringan.

Unsur Ekstirnsik

Unsur ekstrinsik berkaitan dengan latar belakang pengarang, latar sosial, dan kondisi lain yang mempengaruhi lahirnya sebuah karya.

Raisa Kamila, pengarang cerpen tersebut berasal dari Aceh. Maka sedikit banyak, cerita tersebut berkaitan dengan kesehariannya.

Kondisi sosial juga menjadi unsur pembangun yang kuat dalam cerpen ini. Dapat dilihat bahwa Indonesia terdiri dari berbagai ras, suku, budaya, dan agama. Cerpen ini menggambarkan sepenggal dari keberagaman tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X