Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/10/2020, 15:44 WIB

KOMPAS.com - Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia menjalankan sistem pemerintahan dan politik secara mandiri tanpa adanya intervensi dari negara lain.

Kondisi politik Indonesia pasca pengakuan kedaulatan sangatlah dinamis. Hal tersebut dikarenakan umur dari negara yang masih muda sehingga menimbulkan gejolak-gejolak politik dalam negri. 

Sistem pemerintahan

Pasca Konferensi Meja Bundar, Indonesia menerapkan sistem pemerintahan federal. Hal tersebut dapat kita ketahui dari berdirinya Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 27 Desember 1949.

Pembentukan RIS merupakan salah satu perjanjian yang disepakati oleh Indonesia dan Belanda pada KMB 1949.

Dilansir dari Sejarah Indonesia Modern: 1200-2004 (2005) karya M.C Ricklefs, pemerintahan RIS merupakan bentuk pemerintahan Federal yang dipimpin oleh presiden (Soekarno) sebagai kepala negara dan perdana mentri (Moh.Hatta) sebagai kepala pemerintahan.

Baca juga: Pengakuan Kedaulatan

Berikut merupakan pembagian negara dalam konstitusi RIS :

  • Negara Bagian

Terdapat tujuh negara bagian, yaitu:

  1. Republik Indonesia
  2. Negara Indonesia Timur
  3. Negara Madura
  4. Negara Jawa Timur
  5. Negara Sumatra Selatan
  6. Negara Sumatra Timur
  7. Negara Pasundan
  • Satuan Negara 

Terdapat sembilan satuan negara, sebagai berikut:

  1. Kalimantan Timur
  2. Kalimantan Tenggara
  3. Dayak Besar
  4. Kalimantan Barat
  5. Banjar
  6. Jawa Tengah
  7. Belitung
  8. Riau
  9. Bangka

Pemerintahan RIS hanya berlangsung kurang dari satu tahun (Desember 1949 - Agustus 1950).

Baca juga: Bagaimana Indonesia Diakui Kedaulatannya sebagai Negara?

Hal tersebut dikarenakan bentuk pemerintahan RIS yang membagi Indonesia menjadi negara-negara bagian dianggap tidak sesuai dengan prinsip persatuan dan kesatuan. Pada 1950, RIS diganti dengan pemerintahan NKRI yang menerapkan kontitusi kesatuan.

Pemberontakan dan Gejolak Politik

Pemberontakan dan gejolak politik pasca pengakuan kedaulatan terjadi karena usia negara Indonesia yang masih ‘’muda’’ dan cenderung labil dalam penyelenggaraan negara.

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI (1984) karya Marwati Djoened Poesponegoro, berdasarkan latar belakangnya, pemberontakan yang muncul pasca pengakuan kedaulatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu :

  • Pemberontakan yang didasari konflik ideologi

Pemberontakan jenis ini bertujuan untuk mengganti ideologi pancasila menjadi ideologi tertentu. Contoh dari pemberontakan karena konflik ideologi adalah Pemberontakan DI/TII (1949), Pemberontakan PKI 1948 dan Pemberontakan G 30 S PKI (1965).

Baca juga: Indonesia Menganut Teori Kedaulatan Rakyat

  • Pemberontakan karena konflik kepentingan

Pemberontakan jenis ini disebabkan karena adanya konflik kepentingan antara suatu kelompok/organisasi dengan pemerintah. Contoh dari pemberontakan karena konflik kepentingan adalah APRA (1949), Andi Azis (1950) dan RMS (1950).

  • Pemberontakan karena sistem pemerintahan

Pemberontakan jenis ini disebabkan karena masalah pergantian sistem pemerintahan, dari federal ke negara kesatuan. Contoh dari pemberontakan jenis ini adalah PRRI (1958) dan Permesta (1957).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Urbanisasi: Pengertian dan Contohnya

Urbanisasi: Pengertian dan Contohnya

Skola
Contoh Profesi Masyarakat di Kawasan Pantai

Contoh Profesi Masyarakat di Kawasan Pantai

Skola
Tujuan Komunikatif Teks Ulasan

Tujuan Komunikatif Teks Ulasan

Skola
Intonasi: Pengertian dan Fungsinya

Intonasi: Pengertian dan Fungsinya

Skola
3 Contoh Fenomena Vulkanisme

3 Contoh Fenomena Vulkanisme

Skola
Cara Penggunaan Termometer

Cara Penggunaan Termometer

Skola
Jenis-jenis Kereta Api berdasarkan Klasifikasinya

Jenis-jenis Kereta Api berdasarkan Klasifikasinya

Skola
Mengenal Sejarah dan Proses Upacara Sekaten

Mengenal Sejarah dan Proses Upacara Sekaten

Skola
Pleura, Struktur yang Melindungi Paru-paru

Pleura, Struktur yang Melindungi Paru-paru

Skola
Metil Metanoat, Senyawa Ester Paling Sederhana

Metil Metanoat, Senyawa Ester Paling Sederhana

Skola
Tahapan Terbentuknya Senyawa Organik Menurut Teori Evolusi Kimia

Tahapan Terbentuknya Senyawa Organik Menurut Teori Evolusi Kimia

Skola
Contoh Bahan Alam yang Merupakan Indikator Asam Basa

Contoh Bahan Alam yang Merupakan Indikator Asam Basa

Skola
Apa yang Dimaksud dengan Radiologi?

Apa yang Dimaksud dengan Radiologi?

Skola
Jurnalisme: Pengertian dan Tujuannya

Jurnalisme: Pengertian dan Tujuannya

Skola
SEM (Search Engine Marketing): Pengertian dan Contohnya

SEM (Search Engine Marketing): Pengertian dan Contohnya

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+