Kompas.com - 26/10/2020, 12:49 WIB
Para pimpinan negara penggagas Gerakan Non-Blok dalam Konferensi Belgrade (1961), dari kiri ke kanan: PM India Jawaharlal Nehru, PM sekaligus Preiden Ghana Kwame Nkrumah, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden Indonesia Soekarno, dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito. Dok. Non-Aligned MovementPara pimpinan negara penggagas Gerakan Non-Blok dalam Konferensi Belgrade (1961), dari kiri ke kanan: PM India Jawaharlal Nehru, PM sekaligus Preiden Ghana Kwame Nkrumah, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden Indonesia Soekarno, dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito.

KOMPAS.com - Perang Dingin antara Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Soviet) sangat mengkhawatirkan bagi negara-negara di dunia.

Perkembangan persenjataan serta nuklir dari Amerika Serikat dan Uni Soviet menyebabkan kecemasan dunia internasional akan meletusnya Perang Dunia III.

Untuk mengantisipasi adanya konflik yang lebih lanjut pada Perang Dingin, pihak internasional berupaya untuk meredakan Perang Dingin.

Berikut upaya-upaya untuk meredakan Perang Dingin :

  • Upaya oleh negara berkembang

Perebutan kekuasaan antara Blok Barat dan Blok Timur dalam Perang Dingin banyak berdampak pada kondisi pilitik dan keamanan di negara berkembang.

Baca juga: Perang Dingin: Faktor, Persaingan, dan Dampaknya

Untuk meredam gejolak politik dan keamanan dunia akibat Perang Dingin, negara berkembang membentuk Gerakan Non Blok.

Gerakan Non Blok adalah bentuk sikap netral negara berkembang dalam Perang Dingin yang menyatakan tidak memihak pada Blok Barat maupun Blok Timur.

Gerakan ini diikuti oleh lebih dari 120 negara di Asia dan Afrika. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi pencetus dari Gerakan Non Blok serta memfasilitasi pertemuan antar negara berkembang pada Konferensi Asia Afrika 1955.

  • Upaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

PBB sebagai organisasi internasional yang menaungi kepentingan bangsa-bangsa di dunia turut berupaya dalam meredakan Perang Dingin.

Dilansir dari buku The Cold War : A New History (2005) karya John Lewis Gaddis, upaya PBB dalam meredakan Perang Dingin dapat terlihat ketika PBB mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 255 pada 1968.

Baca juga: Dampak Perang Dingin bagi Indonesia

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.