Kompas.com - 22/10/2020, 16:06 WIB

KOMPAS.com – Kebutuhan manusia akan sebuah barang atau jasa tidak akan pernah berhenti atau habis.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan sumber daya atau alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.

Oleh karena itu, manusia harus mampu menentukan dan mendahulukan kebutuhan yang sifatnya mendesak atau penting dibandingkan kebutuhan lainnya.

Contohnya, kebutuhan pangan lebih mendesak daripada kebutuhan papan. Apabila kebutuhan yang paling mendesak sudah terpenuhi, barulah memikirkan pemenuhan kebutuhan yang lainnya.

Baca juga: Kebutuhan Manusia: Definisi dan Jenisnya

Agar setiap kebutuhan bisa terpenuhi dengan baik, maka manusia harus menyusun skala prioritas.

Dilansir dari buku Kamus Ekonomi (2012) karya Nurul Oktima, skala prioritas merupakan penentuan urutan kebutuhan dari yang terpenting sampai dengan yang kurang penting.

Faktor skala prioritas

Sebelum menyusun skala prioritas, tentu ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Faktor-faktor tersebut, yaitu:

  • Tingkat kepentingan

Sebelum menentukan barang mana yang harus didahulukan, harus mempertimbangkan seberapa jauh tingkat kepentingan barang tersebut.

Contohnya bagi seorang pelajar, seragam dan alat-alat tulis lebih penting daripada sepeda sebagai kendaraan untuk ke sekolah. Sebab untuk pergi ke sekolah bisa diantar oleh keluarga.

Baca juga: Kebutuhan Manusia: Primer, Sekunder, Tersier

  • Kesempatan yang dimiliki

Apabila suatu kebutuhan diperlukan saat itu juga, maka perlu didahulukan. Contoh ketika orang sakit, obat merupakan kebutuhan yang harus didahulukan agar cepat memperoleh kesembuhan. Kebutuhan yang lain bisa ditunda atau dikesampingkan terlebih dahulu.

  • Pertimbangan masa depan

Ketika dihadapkan pada dua pilihan yang sulit, maka faktor masa depan harus menjadi pertimbangan.

Contoh ketika harus memilih antara kursus bahasa Inggris dan matematika, maka perlu dipertimbangkan kursus apa yang bermanfaat bagi masa depan.

Meskipun keduanya penting, memilih kursus bahasa Inggris adalah pilihan yang tepat. Sebab lowongan pekerjaan rata-rata membutuhkan seseorang dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

  • Kemampuan diri

Kebutuhan manusia akan suatu hal tidak akan pernah habis. Sebab kecenderungan sifat manusia adalah selalu merasa tidak puas. Satu hal yang seringkali dilupakan adalah manusia memiliki keterbatasan kemampuan.

Baca juga: Pola Perilaku Konsumen dalam Kegiatan Ekonomi

Dalam buku Perilaku Organisasi (2008) karya Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge, kemampuan atau ability merupakan kapasitas atau kesanggupan individu untuk melaksanakan dan menyelesaikan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.

Sebelum menentukan pilihan kebutuhan, terlebih dahulu harus mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki, baik itu kemampuan materi maupun non materi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.