Konsep Antroposfer dalam Kajian Geografi

Kompas.com - 14/10/2020, 13:55 WIB
Penampakan persebaran manusia (Antroposfer) NASA/Goddard Space Flight CenterPenampakan persebaran manusia (Antroposfer)

KOMPAS.comIlmu Geografi memiliki bidang kajian yang cukup luas, salah satunya adalah antroposfer. Antroposfer merupakan bidang kajian dalam geografi yang membahas mengenai manusia.

Kata antroposfer berasal dari kata antrophos dan sphere. Antrophos berarti manusia, sementara sphere berarti lapisan. Sehingga antroposfer dapat diartikan lapisan yang menjadi tempat hidup manusia.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), antroposfer adalah salah satu bidang kajian geografi yang membahas mengenai dinamika atau pergerakan manusia beserta permasalahannya.

Faktor-faktor antroposfer

Dalam buku Dinamika Kependudukan (2015) karya Eka Susi Sulistyowati, dinamika antroposfer di muka bumi dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu:

  • Faktor alam

Kondisi alam sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Sebab segala sesuatu kegiatan manusia pasti berhubungan dengan alam.

Baca juga: Hidrosfer: Pengertian dan Fungsinya

Untuk bisa bertahan hidup manusia pastinya membutuhkan bahan makanan yang telah disediakan oleh alam.

Faktor alam dipengaruhi oleh tujuh aspek, yaitu lokasi geografis, topografi atau relief, struktur geologis, iklim, tanah, tumbuhan, dan hewan.

  • Faktor adaptasi manusia

Kehidupan manusia tentu tidak bisa dipisahkan dari berbagai perubahan yang terus terjadi. Perubahan tersebut mencakup perubahan lingkungan fisik, perubahan lingkungan biologis, dan perubahan lingkungan sosial.

Adanya perubahan tersebut membuat manusia harus melakukan adaptasi dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya.

Baca juga: Pengertian Biosfer dalam Studi Geografi

Adaptasi manusia dibedakan menjadi empat jenis, sebagai berikut: 

  1. Adaptasi fisiologis merupakan bentuk adaptasi sifat fisik manusia dengan lingkungan sekitarnya. Contoh, saat udara dingin, manusia cenderung lebih banyak mengeluarkan urin karena pori-pori kulit menutup ginjal yang sedang bekerja.
  2. Adaptasi mofologis yakni adaptasi bentuk tubuh terhadap kondisi geografis di wilayahnya. Contoh, orang Eskimo di sekitar kutub utara mempunyai bentuk tubuh kekar dan pendek. Bentuk tubuh seperti itu membuat pelepasan panas badan menjadi lebih sedikit.
  3. Adaptasi budaya adalah bentuk adaptasi non biologis manusia untuk bertahan hidup. Adaptasi budaya salah satunya tercermin dalam gaya busana. Contoh, orang-orang di daerah tropis atau dekat dengan pantai cenderung memakai pakaian tipis.
  4. Adaptasi bahan makanan merupakan bentuk adaptasi terhadap bahan makanan sesuai dengan kondisi ekologi yang menjadi tempat tinggalnya. Contoh, orang Jawa makanan pokoknya beras, orang Maluku makanan pokoknya sagu.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Contoh Musik Ansambel Tradisional di Indonesia

Contoh Musik Ansambel Tradisional di Indonesia

Skola
Rumus Einstein, E=MC2

Rumus Einstein, E=MC2

Skola
Rumus Cepat Rambat Gelombang

Rumus Cepat Rambat Gelombang

Skola
Asal-usul dan Isi Teori Ledakan Besar

Asal-usul dan Isi Teori Ledakan Besar

Skola
Masalah Sosial di Lingkungan Sekolah

Masalah Sosial di Lingkungan Sekolah

Skola
Apa Itu Endosimbiosis?

Apa Itu Endosimbiosis?

Skola
Masalah Sosial di Lingkungan Tempat Tinggal

Masalah Sosial di Lingkungan Tempat Tinggal

Skola
Sejarah Lahirnya Musik Barat

Sejarah Lahirnya Musik Barat

Skola
Pola Pengembangan Paragraf

Pola Pengembangan Paragraf

Skola
Rumah Panjang, Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat

Rumah Panjang, Rumah Adat Provinsi Kalimantan Barat

Skola
Teori Abiogenesis

Teori Abiogenesis

Skola
Efek Emisi Karbon pada Daerah Perairan

Efek Emisi Karbon pada Daerah Perairan

Skola
Pengaruh Penggunaan Pewarna Alami Batik

Pengaruh Penggunaan Pewarna Alami Batik

Skola
4 Teori Terbentuknya Negara

4 Teori Terbentuknya Negara

Skola
Tujuan Utama Kegiatan Pelatihan Pembatik dengan Pewarna Alami

Tujuan Utama Kegiatan Pelatihan Pembatik dengan Pewarna Alami

Skola
komentar
Close Ads X