Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/10/2020, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Olahraga lompat jauh meng mengandalkan kecepatan dan kekuatan tubuh. Olahraga yang merupakan salah satu nomor pada atletik juga membutuhkan keseimbangan tubuh yang baik, terutama saat melakukan pendaratan. 

Lompat jauh gerakan spesifik yang diawali dengan run-up atau titik awal untuk berlari, take-off atau titik lompatan, flying in the air atau saat melayang di udara, serta landing atau pendaratan.

Namun, pada prakteknya di lapangan masih sering ditemukan beberapa kesalahan yang dilakukan. 

Dikutip dari Michigan State, berikut beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan dan cara memperbaikinya:

  • Mengalami perlambatan saat take-off atau melompat

Ada tiga alasan utama mengapa perlambatan saat melakukan take-off sering terjadi, yakni jarak dari titik untuk berlari atau run-up terlalu jauh, kecepatan berlari menurun, atau posisi tubuh terlalu jauh dari titik take-off atau papan.

Baca juga: Gerak Spesifik Lompat Jauh

Tiga cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kesalahan ini, yaitu:

  1. Memperpendek kemudian memperpanjang jarak run-up atau berlari dengan posisi papan untuk melakukan take-off.
  2. Jaga kecepatan ketika berlari, mulai dari titik run-up hingga titik take-off.
  3. Berlatih untuk melakukan take-off dari titik yang sama sebanyak empat kali hingga enam kali.
  • Melangkah sebelum melakukan take-off atau melompat

Ada dua alasan utama mengapa hal ini sering terjadi, yakni jarak titik awal untuk berlari terlalu jauh serta mengurangi langkah kaki.

Berikut dua cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kesalahan ini:

  1. Memperpendek kemudian memperpanjang jarak run-up dengan titik take-off.
  2. Memperhatikan posisi pingul saat berada di dekat papan posisi take-off serta pastikan posisi tubuh dalam kondisi tegak.

Baca juga: Tahap Gerakan Jalan Cepat

  • Posisi tubuh saat melayang di udara terlalu dekat dengan tanah

Posisi ideal untuk melakukan awal lompatan atau take-off adalah 43 derajat hingga 45 derajat untuk menghasilkan jarak lompatan terjauh.

Ada dua penyebab utama mengapa saat melakukan lompatan posisi tubuh terlalu dekat dengan tanah, yakni lutut serta kaki kurang bergerak bebas saat melompat (karena posisi pinggul yang rendah) serta tubuh berputar secara berlebihan saat akan melompat.

Berikut dua cara yang bisa dilakukan saat untuk memperbaiki kesalahan ini:

  1. Berdiri serta berlatih untuk mengangkat kaki dalam posisi sejajar dengan tanah. Berlatih untuk membiasakan pinggul dalam posisi tinggi.
  2. Berlatih untuk melompat ke dalam bak pasir dengan jarak dua langkah dari papan atau titik saat melakukan take-off.
  • Posisi badan terlalu condong ke depan saat mendarat

Hal ini sering terjadi saat melakukan pendaratan terlalu cepat atau sebelum waktunya.

Baca juga: Gerak Spesifik Jalan Cepat 

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kesalahan ini:

  1. Berlatih untuk mendarat dengan posisi tumit menyentuh tanah terlebih dahulu. Diusahakna untuk tidak melakukan pendaratan atau landing dengan seluruh bagian kaki karena hal ini menyebabkan posisi tubuh terlalu condong ke depan.
  2. Berlatih untuk melakukan lompatan sambil berdiri dengan posisi tubuh yang benar (tidak terlalu condong ke depan).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbedaan Nukleus dan Nukleolus

Perbedaan Nukleus dan Nukleolus

Skola
Penggolongan Reaksi berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi

Penggolongan Reaksi berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi

Skola
Contoh sel volta dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh sel volta dalam Kehidupan Sehari-hari

Skola
Kelimpahan Unsur Halogen di Alam

Kelimpahan Unsur Halogen di Alam

Skola
Pengertian Pengalaman Kerja Menurut Ahli

Pengertian Pengalaman Kerja Menurut Ahli

Skola
Pengertian Komunitas Menurut Ahli

Pengertian Komunitas Menurut Ahli

Skola
Pengertian Individu Menurut Ahli

Pengertian Individu Menurut Ahli

Skola
4 Perbedaan Mores dan Folkways

4 Perbedaan Mores dan Folkways

Skola
Paguyuban dan Patembayan: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Paguyuban dan Patembayan: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Skola
Koperasi Produksi: Pengertian dan Contohnya

Koperasi Produksi: Pengertian dan Contohnya

Skola
Piramida Stasioner: Pengertian dan Contoh Negaranya

Piramida Stasioner: Pengertian dan Contoh Negaranya

Skola
Pemukiman atau Permukiman, Mana Penulisan yang Benar?

Pemukiman atau Permukiman, Mana Penulisan yang Benar?

Skola
Informasi: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Cirinya

Informasi: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Cirinya

Skola
Hal-Hal yang Diatur dalam Netiket

Hal-Hal yang Diatur dalam Netiket

Skola
Etika atau Tata Krama Warga DigitalĀ 

Etika atau Tata Krama Warga DigitalĀ 

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+