Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/10/2020, 15:49 WIB

KOMPAS.com - Pemerintahan K. H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi harapan setelah digantinya Habibie yang dimulai pada tahun 1999 hingga 2001.

Pemerintahannya dianggap cukup kontroversial namun membawa nilai persatuan di dalam kemajemukan suku dan agama. Lantas, apa kebijakan yang dilakukan oleh Gus Dur di Indonesia?

Dilansir dari Sejarah Indonesia Modern (2005) karya MC Ricklefs, pemerintahan Gus Dur mengalami banyak kemajuan yang berarti di Indonesia, di antaranya adalah Gus Dur mendukung pluralisme dan toleransi.

Baca juga: Masa Reformasi di bawah Pemerintahan BJ Habibie

Hal tersebut dilihat dari:

  • Umat Tionghoa konfusius yang boleh merayakan Tahun Baru Imlek
  • Memberikan nama Irian Jaya menjadi Papua
  • Membatalkan ketetapan MPRS pada tahun 1966 yang menyatakan tentang pelarangan marxisme dan komunisme.

Pemerintahan Gus Dur sama seperti pemerintahan Habibie yang diliputi dengan berbagai kerusuhan seperti kondisi sosial yang bergejolak, gerakan separatis, kerusuhan antar-etnis, dan agama.

Solusi yang ditawarkan pada masa pemerintahan Gus Dur adalah dengan melakukan dialog, namun masih banyak yang melakukan konflik bersenjata, salah satunya karena tidak melibatkan kemerdekaan Aceh.

Kebijakan Abdulrahman Wahid yang tidak kalah berpengaruh juga dapat dilihat dari dipisahkannya dari militer dan ABRI tidak lagi menjadi entitas tunggal.

Pada masa pemerintahannya ia secara kontoroversial memberhentikan Wiranto pada Februari 2000 karena harus bertanggungjawab atas kerusuhan pasca referendum Timor-Timur.

Baca juga: Maklumat Pemerintah 3 November 1945, Lahirnya Partai Politik

 

Mantan Presiden Soeharto menyambut kedatangan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kediamannya di Jalan Cendana, Jakarta Pusat, 8 Maret 2000.(ARSIP FOTO) KOMPAS / ARBAIN RAM Mantan Presiden Soeharto menyambut kedatangan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kediamannya di Jalan Cendana, Jakarta Pusat, 8 Maret 2000.
Jatuhnya pemerintahan Gus Dur 

Dalam buku Sistem Politik Indonesia Era Reformasi (2007) karya Budi Winarno, puncak dari jatuhnya pemerintahan Gus Dur adalah adanya dugaan dirinya mengetahui pencairan dan penggunaan dana Yanatera Bulog atau dikenal dengan kasus Bulog Gate.

Proses politik yang berlangsung di DPR tersebut kemudian mencuat hingga ke Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001. Di mana Gus Dur dicopot dari jabatanya sebagai presiden, tanpa melalui mekanisme hukum atau proses pengadilan.

Masa pemerintahan Gus Dur berakhir pada Juli 2001 dan MPR mengadakan sidang istimewa yang memilih Megawati Soekarnoputri sebagai penggantinya.

Baca juga: Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Macam-macam Alat Ukur Besaran Listrik

Macam-macam Alat Ukur Besaran Listrik

Skola
Perbedaan Sinyal Analog dan Digital

Perbedaan Sinyal Analog dan Digital

Skola
Topologi Bus: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Topologi Bus: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Skola
Apa itu Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)?

Apa itu Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)?

Skola
8 Macam Ancaman pada Keamanan Informasi Digital

8 Macam Ancaman pada Keamanan Informasi Digital

Skola
Redaksi: Pengertian dan Contoh Kegiatannya

Redaksi: Pengertian dan Contoh Kegiatannya

Skola
5 Jenis Pekerjaan di Bidang Pemasaran

5 Jenis Pekerjaan di Bidang Pemasaran

Skola
Fungsi Pola Lantai Tari Daerah

Fungsi Pola Lantai Tari Daerah

Skola
Tahapan dalam Membuat Teks Laporan Hasil Observasi

Tahapan dalam Membuat Teks Laporan Hasil Observasi

Skola
Kata Kunci: Pengertian dan Ciri-cirinya

Kata Kunci: Pengertian dan Ciri-cirinya

Skola
Dampak Mobilitas Sosial

Dampak Mobilitas Sosial

Skola
Contoh Kalimat Adverb dan Jenis-jenisnya

Contoh Kalimat Adverb dan Jenis-jenisnya

Skola
Apa yang Dimaksud dengan Transformator Ideal?

Apa yang Dimaksud dengan Transformator Ideal?

Skola
Perangkat Lunak: Pengertian dan Komponennya

Perangkat Lunak: Pengertian dan Komponennya

Skola
Apa yang Dimaksud dengan Power-on Self Test (POST)

Apa yang Dimaksud dengan Power-on Self Test (POST)

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+