Penyimpangan Konstitusi pada Era Orde Lama

Kompas.com - 18/09/2020, 12:00 WIB
Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin (depan, nomor dua dari kiri, mengenakan jas dan bercelana pendek), bersama Presiden Sukarno, Wapres Mohammad Hatta, dan menteri-menteri kabinet pertama, 4 Oktober 1945. Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin (depan, nomor dua dari kiri, mengenakan jas dan bercelana pendek), bersama Presiden Sukarno, Wapres Mohammad Hatta, dan menteri-menteri kabinet pertama, 4 Oktober 1945.

KOMPAS.com - Dalam perjalanan negara Indonesia setelah kembali menggunakan UUD 1945, ternyata masih cukup banyak penyimpangan atau penyelewengan yang terjadi.

Dalam buku Hari-Hari yang Panjang Transisi Orde Lama ke Orde Baru (2008) karya Sulastomo, pemerintahan era Orde Lama dinilai tidak kondusif sebagai pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945.

Banyak ketentuan-ketentuan yang tidak terkendali selama pemerintahan Presiden Sukarno. Setelah kembali ke UUD 1945, Presiden Sukarno menerapkan demokrasi terpimpin.

Menurut buku Islam dan Politik: Teori Belah Bambu, Masa Demokrasi Rerpimpin, 1959-1965 (1996) karangan Ahmad Syafii Maarif, Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/perwakilan sesuai dengan UUD 1945.

Namun dalam pelaksanaan demokrasi terpimpin banyak kepntingan dan ambisi politik yang membuat konstitusi menjadi melenceng.

Baca juga: Konstitusi yang Pernah Ada di Indonesia

Penyimpangan

Sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Presiden Sukarno kemudian membuat beberapa gebrakan. Salah satunya produk hukum yang diberi nama penetapan presiden (penpres).

Penpres ini merupakan keputusan presiden yang oleh presiden sendiri secara sepihak memiliki kedudukan yang sama dengan Undang-Undang. Penpres tersebut dibuat presiden tanpa persetujuan DPR.

Berikut contoh penpres yang dikeluarkan Presiden Sukarno, yaitu:

  • Penpres No 2 tahun 1959 untuk membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).
  • Penpres No 7 tahun 1959 untuk membubarkan beberapa partai politik.
  • Penpres No 1 tahun 1960 untuk menetapkan Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol) sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
  • Penpres No 3 tahun 1960 untuk membubarkan DPR hasil pemilu 1955.
  • Penpres No 4 tahun 1960 untuk membentuk DPR-GR (Gotong Royong) sebagai pengganti DPR yang dibubarkan.

Dengan kondisi itu presiden sudah melakukan penyimpangan terlalu jauh terhadap UUD 1945 dan dianggap sudah bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan.

Baca juga: Hubungan Dasar Negara dan Konstitusi

Sidang MPRS tahun 1966kemdikbud.go.id Sidang MPRS tahun 1966
Kinerja MPRS dan DPR-GR

Lembaga tertinggi saat itu adalah MPRS dan DPR-GR, yang ternyata juga melakukan beberapa penyimpangan. Hal ini terlihat dari beberapa keputusan yang diambil hanya untuk memperkuat kedudukan presiden.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenis Paragraf: Induktif, Deduktif, Deduktif-Induktif, dan Ineratif

Jenis Paragraf: Induktif, Deduktif, Deduktif-Induktif, dan Ineratif

Skola
Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

Skola
Air Tanah dalam Siklus Hidrologi

Air Tanah dalam Siklus Hidrologi

Skola
Menggambar Ilustrasi: Pengertian dan Sejarah Ilustrasi

Menggambar Ilustrasi: Pengertian dan Sejarah Ilustrasi

Skola
Struktur Teks Cerpen

Struktur Teks Cerpen

Skola
Siklus Hidrologi: Jenis dan Komponen Pembentuknya

Siklus Hidrologi: Jenis dan Komponen Pembentuknya

Skola
Contoh Teks Eksplanasi tentang Sumpah Pemuda

Contoh Teks Eksplanasi tentang Sumpah Pemuda

Skola
Contoh Passive Voice

Contoh Passive Voice

Skola
Jenis-Jenis Ekosistem Pantai

Jenis-Jenis Ekosistem Pantai

Skola
Contoh Kalimat Present Continuous Tense

Contoh Kalimat Present Continuous Tense

Skola
Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Present Continuous Tense

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Present Continuous Tense

Skola
Taktik dan Strategi Perlombaan Lompat dan Lempar pada Atletik

Taktik dan Strategi Perlombaan Lompat dan Lempar pada Atletik

Skola
Jenis-Jenis Vegetasi Alam

Jenis-Jenis Vegetasi Alam

Skola
Adverb of Frequency: Sering, Jarang, dan Kadang dalam Bahasa Inggris

Adverb of Frequency: Sering, Jarang, dan Kadang dalam Bahasa Inggris

Skola
Taktik dan Strategi Perlombaan Jalan Cepat dan Lari

Taktik dan Strategi Perlombaan Jalan Cepat dan Lari

Skola
komentar
Close Ads X