Kompas.com - 17/09/2020, 13:15 WIB
Palembang diselimuti kabut asap akibat kebakara  hutan dan lahan yang terjadi dibeberapa wilayah Sumatera Selatan. Bahkan kondisi udara di kota itu sempat pada level berbahaya. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAPalembang diselimuti kabut asap akibat kebakara hutan dan lahan yang terjadi dibeberapa wilayah Sumatera Selatan. Bahkan kondisi udara di kota itu sempat pada level berbahaya.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Kabut asap merupakan salah satu faktor pencemaran udara.

Tidak hanya itu, kabut asap juga salah satu masalah utama kesehatan dan bisa mengotori sistem pernapasan.

Asap dari kebakaran hewan dan lahan menyebabkan debu atau partikel halus hasil kebakaran seperti jelaga.

Saking halusnya partikel akan mudah terisap dan masuk ke sistem pernapasan. Tanpa oksigen aktivitas dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung.

Asap kebakaran juga mengandung zat-zat berbahaya seperti ozon, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan nitrogen oksida.

Sehingga sistem pernapasan dapat mengalami berbagai gangguan, baik karena kelainan sistem pernapasan atau akibat infeksi kuman.

Baca juga: Apa yang Terjadi jika Salah Satu Organ Sistem Pencernaan Tidak Berfungsi?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), manusia telah dilengkapi oleh alat yang mampu menghirup udara, sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi.

Udara bersih sangat dibutuhkan oleh manusia. Tapi kenyataannya sekarang ini sulit diperoleh, karen sudah banyak tercemar.

Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya zat, energi, atau komponen lainnya kedalam lingkungan udara.

Dampaknya kualitas udara menurun sehingga menggangu kehidupan manusia atau makhluk hidup lainnya.

Tahukah kamu apa saja bahasa kabut asap bagi kesehatan kita?

Baca juga: Fungsi Umum Sistem Pencernaan Manusia

Berikut bahaya kabut asap bagi kesehatan kita:

  • Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata hidung, dan tenggorokan.
  • Kabut asap bisa menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
  • Kabut asap bisa juga memperburuk penyakit asma dan paru kronis lain, seperti bronkitis kronik.
  • Kabut asap dapat menyebabkan kemampuan kerja paru berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
  • Berdampak juga bagi orang lanjut usia dan anak-anak yang memiliki daya tahan rendah. Sehingga mudah mengalami gangguan kesehatan.
  • Bisa mengurangi kemampuan tubuh dalam mengatasi infeksi paru-paru dan saluran pernapasan.
  • Dapat memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada.
  • Menyebabkan polusi air bersih, tanaman, sayuran, buah-buahan.
  • Memperburuk kondisi lingkungan. Sehingga infeksi saluran pernapasan (ISPA) akan mudah terjadi.

Baca juga: Dampak Terjadinya Fenomena El Nino bagi Kehidupan Manusia

Cara pencegahan

Berikut antisipasi atau pencegahan untuk melindungi diri:

  • Hindari atau kurangi aktivitas di luar, terutama bagi yang menderita penyakit jantung dan saluran pernapasan.
  • Memakai masker jika harus keluar rumah untuk menutup hidung dan mulut.
  • Lebih sering minum air putih. Ini agar debu halus yang menempel di tenggorokan laur dan masuk ke dalam pencernaan.
  • Segera berobat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan lain.
  • Lakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) seperti, makan makanan bergizi, mengonsumsi buah, atau istirahat cukup.
  • Menutup tempat penampungan air minum dan makanan agar terlindung dengan baik.

 


Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.