Macam-macam Aliran Seni Lukis

Kompas.com - 03/08/2020, 15:50 WIB
Contoh lukisan dengan aliran realisme shutterstock.comContoh lukisan dengan aliran realisme

KOMPAS.com - Bagian dari apresiasi seni rupa adalah jajaran gaya seni untuk dikagumi dan dipilih.

Bagi sebagian penggemar seni, pasti memiliki aliran tertentu untuk memahami sebuah karya seni rupa, khususnya seni lukis.

Aliran seni banyak muncul di Eropa dan Amerika, karena keduanya menjadi tempat bertolaknya sejarah seni modern.

Dalam buku American Art: History and Culture (2003) karya Wayne Craven, berikut empat aliran seni lukis yang cukup populer:

Baca juga: Unsur-unsur Seni Lukis

Realisme

Aliran realisme tumbuh pada abad XIX di daratan Eropa dan berpusat di Perancis. Aliran ini mengutamakan penciptaan karya seni lukis yang betul-betul ada dan sesuai dengan kenyataan.

Hukum alam seperti persepektif, cahaya, proporsi, dan anatomi menjadi kaidah dalam berkarya. Kejadian sehari-hari seperti kehidupan pekerja, petani, nelayan, dan masih banyak lainnya menjadi contoh dari tema realisme.

Tokoh-tokoh yang memiliki aliran realisme antara lain Fransisco de Goya, Gustave Courbet, dan Eduardo Manet.

Contoh lukisan dengan aliran fotorealismeshutterstock.com Contoh lukisan dengan aliran fotorealisme
Fotorealisme

Fotorealisme adalah gaya seni di mana karya seni terlihat sangat realistis dengan sebuah foto. Ilusi yang digambarkan sangat selaras.

Sehingga lukisan tersebut tampak persisi seperti foto besar, di mana fokus cat warna sangat tajam.

Baca juga: Seni Lukis: Pengertian, Teknik dan Alat

Contoh detail aliran ini adalah kcwermatan pelukis ketika melukis pantai hingga ke butiran pasir terakhir di pantai.

Atau melukis seseorang yang detail hingga kerutan-kerutan tipis di wajah seseorang.

Fotorealisme sebagai gaya seni menjadi sebuah gerakan di akhir 1960-an dan awal 1970-an di Amerika.

Impresionisme

Impresionisme berkembang pada akhir abad XIX di Perancis. Ciri dari lukisan aliran ini dipengaruhi cahaya dan warna-warna yang digunakan bersifat cerah.

Kesan pelukis terhadap obyek lukisannya itulah yang digambarkan sehingga unsur rincian cenderung diabaikan. Aliran ini disebut juga Realisme Cahaya.

Baca juga: Seni Kriya sebagai Kerajinan Tangan

Edgar Degas, Claude Monet, dan Auguste Renoir merupakan beberapa pelukis dalam aliran ini. Tema lukisan mereka sekitar pemananga, potret, dan dunia hiburan (kabaret dan balet).

Contoh lukisan dengan aliran abstrakshutterstock.com Contoh lukisan dengan aliran abstrak
Abstrak

Seni abstrak adalah seni yang tidak menyerupai apapun dari "kehidupan nyata". Abstark juga merupakan aliran seni yang menggambarkan obyek dengan kabur.

Detail yang diberikan tidak mirip dengan bentuk aslinya karena dipengaruhi oleh imajinasi. Aliran ini menggunakan bentuk dan warna dalam cara non-representasional.

Tujuan abstrak yakni membiarkan penikmat lukisan menafsirkan maknanya bagi dirinya sendiri. Hal yang paling buruk, seni abstrak tampak seperti coreta-coretan cat warna yang tidak disengaja.

Baca juga: Contoh Seni Kriya di Indonesia

Namun, sisi baiknya memiliki dampak yang memberikan kejutan bagi orang yang melihat dan paham mengenai lukisan tersebut.

Ciri-ciri dari aliran ini yaitu menampilkan unsur-unsur seni lukis yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentukn yanga da di alam.

Selain itu, obyek dari aliran abstrak murni berasal dari imajinasi, mimpi, hingga intuisi sang seniman.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X