Pembangunan Ekonomi: Pengertian dan Elemen Pentingnya

Kompas.com - 15/07/2020, 14:15 WIB
Suasana deretan gedung bertingkat tingkat tinggi atau high rise di Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2017 mencapai kisaran 5,1 hingga 5,3 persen. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana deretan gedung bertingkat tingkat tinggi atau high rise di Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2017 mencapai kisaran 5,1 hingga 5,3 persen.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi dapat mengurangi  tingkat pengangguran, kemiskinan atau kesenjangan.

Ketika masih banyak kehidupan ekonomi di bawah garis kemiskinan dan banyaknya pengangguran, berati pembangunan ekonomi belum berhasil.

Dalam pembangunan ekonomi tidak hanya fokus pada masalah perkembangan pendapatan nasional rill, tapi juga modernisasi kegiatan ekonomi.

Pengertian Pembangunan Ekonomi

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), pembangunan ekonomi merupakan ekonomi nasional berpenghasilan rendah diubah menjadi ekonomi industri modern.

Baca juga: Ketenagakerjaan: Pengertian, kelompok dan Klasifikasi tenaga kerja 

Pada umumnya istilah ini digunakan untuk menggambarkan perubahan dalam ekonomi suatu negara yang melibatkan perbaikan kualitatif maupun kuantitatif.

Dalam teori pembangunan ekonomi, bagaimana ekonomi primitif dan miskin dapat berkembang menjadi yang canggih dan relatif makmur. 

Sangat penting bagi negara-negara terbelakang, dan biasanya dalam konteks inilah masalah pembangunan ekonomi dibahas. 

Pembangunan ekonomi pertama kali menjadi perhatian utama setelah Perang Dunia II.

Ketika era kolonialisme Eropa berakhir, banyak bekas jajahan dan negara-negara lain dengan standar hidup rendah kemudian disebut sebagai negara-negara terbelakang, itu untuk membedakan ekonomi mereka dengan negara-negara maju.

Ketika standar hidup di sebagian besar negara miskin mulai meningkat dalam beberapa dekade berikutnya, mereka dinamai negara berkembang.

Baca juga: Masalah Ketenagakerjaan di Indonesia

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X