Akibat Perang Dunia II

Kompas.com - 14/07/2020, 17:00 WIB
Penggunaan Bazooka ketika Perang Dunia II warhistoryonlinePenggunaan Bazooka ketika Perang Dunia II

KOMPAS.com - Ketika Perang Dunia II berakhir, banyak negeri di seluruh dunia harus membangun kembali kota-kotanya yang rusak akibat perang.

Sebagian bangsa yang memenangkan perang, sama menderitanya dengan yang kalah perang. Uni Soviet Barat dan Polandia mengalami kerusakan akibat perang yang sama bersarnya dengan Jerman.

Inggris, Perancis, dan Belanda sama terpukulnya dengan Italia. Di China dan Kepulauan Philipina kerugian yang diderita sama besarnya dengan di Jepang.

Dalam buku History of The World War (2019) karya Saut Pasaribu, negara-negara yang terlibat pada Perang Dunia II kehilangan nyawa, uang, sumber daya, dan produksi yang begitu besar. Selain itu terjadi kematian karena kelaparan dan penyakit yang mengancam nyawa orang yang selamat dari perang.

Baca juga: Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II

Kerugian perang

Terjadinya Perang Dunia II, banyak bangsa tidak dapat memperhitungkan secara akurat kehilangan dan kerugian yang diderita. tidak ada yang tahu pasti berapa kerygian akibat perang dalam hal jumlah orang yang tewas, cacat, maupun terluka.

Perkiraan jumlah totoal kematian selama Perang Dunia II sekitar 35-67 juta orang. Pasukan militer Sekutu dan Sentral melaporkan jumlah total sekitar 14,5 juta tewas.

Populasi sipil yang menderita lebih banyak dibandingkan pasukan militer akibat serangan bom udara, kelaparan, dan wabah penyakit.

Kampanye-kampanye genosida di Eropa dan Asia bertanggung jawab atas jutaan kematian. Perkiraan kematian penduduk sipil berjumlah setidaknya 20 juta.

Negeri-negeri dengan jumlah kehilangan penduduk sipil terbesar, ialah:

  • Uni soviet sebanyak 7 juta jiwa
  • POlandia 5,7 juta jiwa
  • China 2,2 juta jiwa
  • Yugoslavia 1,2 juta jiwa
  • Jerman 780.000 jiwa
  • Jepang 672.000 jiwa

Baca juga: Perang Dunia II: Munculnya Negara Fasis

Lebih dari 12 juta orang tidak memiliki rumah. Bagi berjuta-juta orang, penderitaan dan kesulitan akibat Perang Dunia II terus berlanjut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tari Gantar, Tarian Kegembiraan Menanam Padi

Tari Gantar, Tarian Kegembiraan Menanam Padi

Skola
Fungsi Fakta dalam Teks Persuasi

Fungsi Fakta dalam Teks Persuasi

Skola
Jenis-Jenis Patung Berdasarkan Fungsinya

Jenis-Jenis Patung Berdasarkan Fungsinya

Skola
Macam-Macam Norma di Masyarakat

Macam-Macam Norma di Masyarakat

Skola
Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Perbedaan Informasi Tersurat dan Tersirat

Skola
Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad Ke-19

Skola
Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Ciri Khas Masjid Kuno di Indonesia

Skola
Pengertian Suhu dan Faktornya

Pengertian Suhu dan Faktornya

Skola
Kondisi Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Manusia

Kondisi Cuaca dan Pengaruhnya Terhadap Kegiatan Manusia

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung

Cara Menghitung Luas Permukaan Tabung

Skola
Cara Menghitung Volume Kubus

Cara Menghitung Volume Kubus

Skola
Perbedaan Musim, Iklim, dan Cuaca

Perbedaan Musim, Iklim, dan Cuaca

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Kubus

Cara Menghitung Luas Permukaan Kubus

Skola
Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma

Cara Menghitung Luas Permukaan Prisma

Skola
Penyebab Terjadinya Perbedaan Musim di Bumi

Penyebab Terjadinya Perbedaan Musim di Bumi

Skola
komentar
Close Ads X