Akhir Perang Dunia II

Kompas.com - 14/07/2020, 15:03 WIB
Ilustrasi kematian Hitler, sebagai tanda kemunduran Jerman pada Perang Dunia II shutterstock.comIlustrasi kematian Hitler, sebagai tanda kemunduran Jerman pada Perang Dunia II

KOMPAS.com - Berakhirnya Perang Dunia II ditandai dengan mulai mnelemahnya Jerman, Italia, dan Jepang. TIga negara tersebut berhasil dipaksa mundur oleh Blok Sekutu.

Blok Sekutu mulai memperlihatkan kekuatannya untuk mengembalikan posisi. Berikut awal dari akhir Perang Dunia II:

Jatuhnya Berlin dan bunuh diri Hitler

Disadur dari buku History of The World War (2019) karya Saut Pasaribu, serangan balasan Soviet yang dilancarkan di Stalingard perlahan mendesak mundur Jerman di seluruh front dari Leningrad hingga Sevastopol.

Selama musim gugur 1944 gerak maju Soviet yang memaksa Jerman menarik diri dari Balkan. Pada Januari 1945, Soviet mendesak menyeberang perbatasan Jerman.

Pada akhir Maret 1945 pasukan Amerika Serikat dan Inggris sudah setengah jalan menyeberang ke Jerman. Jerman saat itu sudah runtuh di beberapa front. Budapest jatuh ke tangan Soviet pada Februari dan Vienna pada April.

Baca juga: Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II

Meskipun Jerman sudah tidak memiliki harapan, Hitler tetap bersikap menantang di bunker bawah tanahnya di Berlin.

Pada 21 April, Tentara Merah Soviet berhasil menyeberang ke Berlin. Di sini kamu Nazi mengadakan perlawanan sengit yang terakhir, mempertahankan kota dengan kekuatan yang sekarat.

Untuk meloloskan diri dari penangkapan oleh Soviet, Hitler melakukan bunuh diri pada malam 30 April. Jerman kehilangan hampir semua yang telah dimenangkan selama lima tahun pertempuran.

Pada 4 Mei Jenderal Inggris, Bernard Montgomery menerima penyerahan Jerman di Denmark, Nederland, dan Jerman bagian barat laut.

Jenderal Alfred Jodl menandatangani penyerahan di Reims pada 7 Mei. Pada 8 Mei presiden Amerika Serikat yang baru mengumumkan bahwa Wilhem Keitel telah menyerah tanpa syarat pada hari sebelumnya. Sehingga berakhirlah kekuatan Jerman.

Baca juga: Perang Dunia II: Munculnya Negara Fasis

Ilustrasi penyerangan di Italiashutterstock.com Ilustrasi penyerangan di Italia
Serangan terkahir di Italia

Untuk membuka jalan ke arah utara, Sekutu memenangkan kampanye-kampanye di wilayah Roma-Arno (22 Januari - 9 September 1944) dan di Apennines utara (10 September 1944 - 4 April 1945).

Pada 9 April mereka melancarkan operasi Grapeshot, yaitu suatu serangan massal yang dirancang untuk menghancurklan Jerman di Italia utara.

Tentara ke-5 Amerika Serikat dan tentara ke-8 Inggris menerobos pertahanan Jerman dan mengusir mereka ke seberang Sungai Po pada 23 April.

Sekutu menerima penyerahan pasukan-pasukan Jerman di Italia pada 29 April. Sehari sebelumnya Mussolini ditangkap dan dibunuh oleh para gerilyawan Italia.

Baca juga: 4 Medan Pertempuran Perang Dunia II

Kerugian total di pihak poros Italia adalah 86.000 serdadu terbunuh, 15.000 cacar permanen, dan 357.000 ditawan.

Kaisar Jepang Hirohitoshutterstock.com Kaisar Jepang Hirohito
Bom-bom atam menghantam Jepang

Selama Juli 1945, pesawat-pesawat Superfortress B-29 dari Mariana melancarkan 1.200 serangan mendadak selama seminggu ke wilayah jepang.
Sementara itu, Armada ke-3 berlayar memasuki perairan pantai Jepang dan menghantam target-target dengan senapan dan pesawat-pesawat.

Hal ini dilakukan Amerika dengan maksud membuat orang Jepang percaya bahwa serbuan umum sudah dekat.

Pada 6 Agustus sebuah pesawat B-29 yang dikenal Enola Gay menajuhkan sebuah bom aom di atas Hirosima, di ujung selatan Honshu. Ledakan menguapkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

Kebakaran total sekitar 11,4 kilometer persegi dan menewaskan sekitar 70.000 hingga 80.000 orang. Sekitar lebih dari 70.000 orang terluka. Ketika kemenangan Amerika tampak pasti, Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang dua hari kemudian.

Baca juga: Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia I

Jepang masih belum bersedia menyerah. Pada 9 Agustus bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki. Hal tersebut menewaskan 40.000 orang dan melukai orang dengan jumlah yang sama.

Hari berikutnya, Kaisar Jepang Hirohito memerintahkan pemerintahannya untuk meminta perdamaian. Jepang menyetujui syarat perdamaian pada 15 Agustus yang dikenang sebagai Hari V-J (VIctory over Japan). Penyerahan resmi ditandatangani pada 2 September.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X