Perlawanan Aceh Terhadap Bangsa Barat

Kompas.com - 10/07/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi Portugis sampai ke Indonesia shutterstock.comIlustrasi Portugis sampai ke Indonesia

KOMPAS.com - Keberhasilan Portugis merebut Malaka ternyata justru menjauhkannya dari tujuan untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah. Bahkan hal tersebut mengacaukan struktur perdagangan di Asia Tenggara, khususnya kepulauan Indonesia dan Semenanjung Melayu.

Banyak pedagang Asia yang mengindari Kota Malaka yang telah dimonopoli Portugis dan secara tidak langsung membuat peran Malaka merosot sebagai pelabuhan transit.

Aceh dan Portugis

Buku A History of Modern Indonesia since c.1200 (2005) karya MC Ricklefs, menjelaskan bahwa dengan merosotnya peran Malaka membuat beberapa daerah berkembang sebagai kota dagang baru, salah satunya Aceh.

Pada 1511, di bawah kekuasaan Sultan Ali Mughayar, Aceh merupakan satu pelabuhan kecil yang berada di bawah kekuasaan Pidie. Pada saat Malaka direbut Portugis, sebagin besar komunitas dagang Asia pindah ke Aceh.

Penghidupan utama penduduk Aceh yaitu nelayan dan pekerjaan sampingannya adalah merampok di laut.

Baca juga: Dampak Portugis di Malaka dan Maluku

Dengan bermodal 30 kapal, Aceh berhasil menyergap kapal-kapal Portugis dan membawa beberapa meriam dari kapal Portugis. Dengan meningkatnya kekuatan dan persenjataan, Aceh berhasil menaklukan Pidie dan memperluas kekuasaannya ke Deli dan Sumatera Barat.

Pada 1524, Pidie dan Pasai berhasil dikuasai Aceh, setelah pasukannya berhasil mengusir Potugis dari daerahnya.

Kemenangan Aceh akan Portugis dilengkapi dengan keberhasilan Aceh mengalahkan armada Portugis di Aru. Kemenangan Aceh membuat posisinya tidak hanya berhadapan dengan Portugis, melainkan juga dengan Johor.

Kesultanan Johor adalah pusat kekuatan politik baru Melayu setelah Malaka direbut Portugis. Kesultanan itu berhasil mempertahankan eksistensinya dan mempertahankan perdagangan internasionalnya.

Taman Putroe Phang yang dibangun Sultan Iskandar Muda, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Aceh (Kesultanan Aceh), untuk Putri Phang (Putri Kamilah), permaisuri yang dipersuntingnya dari Kerajaan Pahang Malaysia.Gampong Lhong Cut Kec. Banda Raya Banda Aceh Kota Taman Putroe Phang yang dibangun Sultan Iskandar Muda, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Aceh (Kesultanan Aceh), untuk Putri Phang (Putri Kamilah), permaisuri yang dipersuntingnya dari Kerajaan Pahang Malaysia.
Kekuatan Aceh

Sultan Iskandar Muda tercatat sebagai pengausa terbesar di antara penguasa Aceh. Pada awal abad ke-17 berhasil membawa Aceh menjadi kerajaan maritim terbesar di wilayah Nusantara bagian barat.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X