Pembelahan Sel: Pembelahan Mitosis dan Meiosis

Kompas.com - 03/07/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi. FREEPIK/ROST9Ilustrasi.

KOMPAS.com - Pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Ada dua jenis pembelahan sel, pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis. Berikut ini penjelasannya:

Pembelahan sel

Mengutip Kemdikbud RI, pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Sel mengalami pembelahan karena untuk pertumbuhan, perbaikan dan reproduksi.

  • Pertumbuhan

Salah satu ciri makhluk hidup adalah pertumbuhan. Makhluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin banyak sel dalam makhluk hidup maka semakin besar ukuran makhluk hidup itu.

  • Perbaikan

Ketika tubuh terluka, setelah beberapa waktu bagian tubuh yang luka akan menutup seperti semula. Bagian tubuh yang mengalami luka itu terjadi kerusakan jaringan. Perbaikan kerusakan jaringan pada tubuh adalah hasil proses pembelahan sel.

  • Reproduksi

Reproduksi atau perkembangbiakan adalah salah satu ciri makhluk hidup. Para proses reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan). Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel.

Baca juga: Alasan Sel Melakukan Pembelahan

Jenis pembelahan sel

Menurut teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya (omnis cellula e cellula). Teori ini dinyatakan oleh Rudolf Virchow pada 1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan sel.

Jenis pembelahan sel ada dua macam yaitu pembelahan mitosis dan meiosis. Berikut ini penjelasan macam pembelahan sel:

1. Pembelahan mitosis

Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini dihasilkan sel anak yang mempunyai jumlah kromosom sama dengan kromosom sel induk.

Pembelahan mitosis adalah tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan. Sel anakan ini mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk.

Artinya kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika sama, termasuk sama jumlah kromosom dengan induk.

Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya berpasangan (2n).

Pembelahan mitosis adalah proses yang berkesinambungan yang terdiri atas empat fase pembelahan. Empat fase pembelahan mitosis adalah profase, metafase, anafase, dan telofase.

Pada tahap akhir pembelahan mitosis (fase telofase), umumnya selalu diikuti pembelahan sitoplasma yang disebut sitokinesis. Saat sitokinesis, terbentuk cincin pembelahan yang berfungsi membagi sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan.

Fase-fase pembelahan mitosis atau tahapan pembelahan mitosis adalah:

  • Profase
  1. Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen);
  2. Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom.
  • Metafase

Kromosom berjejer pada bidang pembelahan.

  • Anafase

Kromatid saudara dari setiap pasangan memisah menuju kutub yang berlawanan;
Pada akhir anafase kedua kutub sel memiliki kromosom yang jumlahnya sama.

  • Telofase
  1. Membran inti mulai kembali bergabung;
  2. Kromosom mulai meregang.

Baca juga: Transformasi Energi dan Metabolisme Sel

2. Pembelahan meiosis

Pembelahan meiosis hanya terjadi pada organ kelamin. Pembelahan meiosis berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur dan sel sperma). Melalui pembelahan ini akan dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom setengah dari kromosom sel induk.

Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang masing-masing sel memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk.

Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah n atau disebut haploid. Maka, pembelahan sel meiosis disebut sebagai pembelahan reduksi.

Fase-fase pembelahan meiosis mirip dengan fase-fase pembelahan mitosis. Pembelahan meiosis berlangsung dalam 2 tingkat, yaitu meiosis I dan meiosis II.

Fase pembelahan meiosis I adalah:

  • Profase I
  1. Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan terbentuk gelendong pembelahan;
  2. Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom dan kromosom homolog berpasangan;
  3. Terjadi pindah silang (pertukaran segemen molekul DNA yang sesuai di antara kromatid non saudara).
  • Metafase I

Kromosom berjejer pada bidang pembelahan.

  • Anafase I

Kromosom homolog memisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan.

  • Telofase I
  1. Kromosom homolog memisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan;
  2. Membran inti mulai terbentuk kembali;
  3. Sitokinesis menyebabkan terbentuknya dua sel anakan yang bersifat haploid.

Fase pembelahan meiosis II adalah:

  • Profase II
  1. Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan terbentuk gelendong pembelahan;
  2. Kromatid mulai bergerak ke bidang pembelahan.
  • Metafase II

Kromosom berjejer pada bidang pembelahan.

  • Anafase II

Kromatid terpisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan.

  • Telofase II

Nukleus terbentuk, kromosom terurai membentuk kromatin, dan sitokinesis terjadi.


Sumber Kemdikbud
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri Anak Sehat dan Tanda-Tanda Gangguan Kesehatan

Ciri Anak Sehat dan Tanda-Tanda Gangguan Kesehatan

Skola
Struktur Essay dalam Bahasa Inggris

Struktur Essay dalam Bahasa Inggris

Skola
Descriptive Text: Pengertian, Purpose, dan Structure

Descriptive Text: Pengertian, Purpose, dan Structure

Skola
Apa Itu Modifier? Keterangan dalam Bahasa Inggris

Apa Itu Modifier? Keterangan dalam Bahasa Inggris

Skola
Hubungan Teori Interaksi dengan Perencanaan Pembangunan Wilayah

Hubungan Teori Interaksi dengan Perencanaan Pembangunan Wilayah

Skola
Faktor Pengaruh Perkembangan Jasmani

Faktor Pengaruh Perkembangan Jasmani

Skola
Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)

Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)

Skola
Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Skola
Taktik dan Strategi dalam Pencak Silat

Taktik dan Strategi dalam Pencak Silat

Skola
Penerapan Demokrasi Terpimpin

Penerapan Demokrasi Terpimpin

Skola
Jenis Tari Modern

Jenis Tari Modern

Skola
Metode Penelitian Sejarah

Metode Penelitian Sejarah

Skola
Upaya Meredakan Perang Dingin

Upaya Meredakan Perang Dingin

Skola
Dampak Perang Dunia I di Berbagai Bidang

Dampak Perang Dunia I di Berbagai Bidang

Skola
Sejarah Perang Dunia I (1914-1918)

Sejarah Perang Dunia I (1914-1918)

Skola
komentar
Close Ads X