Pithecanthropus Erectus, Fosil Manusia Purba Pertama yang Ditemukan di Indonesia

Kompas.com - 24/06/2020, 16:10 WIB
Manusia purba Homo erectus NATIONAL GEOGRAPHIC/MARK THIESSENManusia purba Homo erectus
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Manusia purba merupakan makhluk hidup yang pernah hidup dan mendiami bumi pada ribuan tahun yang lalu.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi tempat untuk tinggal bagi manusia purba pada masa itu.

Keberadaan mereka dapat diketahui berdasarkan peninggalan berupa fosil.

Fosil adalah sisa tulang belulang binatang atau sisa tumbuhan zaman purba yang telah membatu dan tertanam di bawah lapisan tanah.

Pithecanthropus Erectus merupakan fosil manusia purba pertama kali ditemukan di Indionesia.

Penemuan tersebut menjadi pangkal penyelidikan zaman praaksara.

Baca juga: Fungsi Abris Sous Roche Bagi Manusia Purba

Fosil pertama

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia: Masa Prasejarah sampai Masa Proklamasi Kemerdekaan (2011) karya M.Junaedi Al Anshori, fosil manusia purba yang pertama kali ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus Erectus.

Fosil tersebut ditemukan di lembah Sungai Bengawan Solo daerah Trinil, Jawa Timur pada 1890 oleh Eugene Dubois.

Kata Pithecanthropus Erectus berasal dari bahasa Yunani. Fithkos yang artinya kera, anthropus berati manusia, dan erectus berati tegak.

Berati Pithecanthropus Erectus adalah manusia kera yang berjalan tegak lurus.

Oleh para ilmuwan Pithecanthropus Erectus disebut Homo erectus.

Fosil yang ditemukan

Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang, bagian atas tengkorak, geraham, dan tulang paha kiri.

Tulang rahang yang ditemukan diperkirakan volume otaknya berkisar 750 cc. Volume otak manusia modern pada umumnya lebih dari 1.000 cc, sedangkan kera maksimal 600 cc.

Bukti lain penemuan manusia purba di Trinil adalah tulang belakang kepala yang menentukan duduknya kepala atas leher.

Baca juga: Zaman Praaksara, Kehidupan Manusia di Indonesia

Anggota tubuh lainnya seperti tulang keningnya sangat menonjol ke muka.

Dari ukuran tulang tengkorak dapat diketahui tingginya diperkirakan 165 cm. Ukuran itu menyerupai manusia yang sudah berjalan tegak.

Selama puluhan tahun, Pithecanthropus Erectus sempat dianggap sebagai manusia purba tertua di Indonesia.

Pada 1936-1941, G.H.R Von Koenigswald dan F. Weidenreich melakukan penyelidikan di sepanjang Sungai Bengawan Solo dan berhasil menemukan fosil tengkorak manusia yang disebut Meganthropus Palaejavanicus.

Dari penemuan itu disimpulkan bahwa manusia tertua bukan Pithecanthropus Erectus tapi Meganthropus Palaejavanicus.

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bangun tengkorak Pithecanthropus erectus sangat pendek namun memanjang ke belakang, dengan kapasitas otak sekitar 900 cc.

Tulang kening menonjol dan di belakang orbit mata terdapat penyempitan yang sangat jelas, menandakan otak yang belum berkembang.

Baca juga: Mengapa Zaman Paleozoikum Belum Terdapat Manusia Purba?

Pada bagian belakang terlihat bentuk meruncing. Individu tersebut berjenis kelamin wanita.

Karena tidak adanya perkembangan relief tengkorak, di mana otot insersi muskuler berkembang.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X