Kompas.com - 23/06/2020, 10:50 WIB
Ilustrasi bahtera Nabi Nuh. ISTIlustrasi bahtera Nabi Nuh.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Nabi Nuh merupakan rasul pertama yang di utus Allah SWT kepada penduduk bumi.

Hal ini sebagaimana ditetapkan dalam kitab Ash Shahihain (sahih Bukhari dan Muslim).

Nabi Nuh diutus Allah SWT ke bumi untuk berdakwah mengajarkan tauhid kepada umatnya yang menyembah berhala dan thaghut (setan).

Adapun nama kaum Nabi Nuh adalah Bani Rasib.

Baca juga: Mengapa Idul Adha Disebut Juga Lebaran Haji? 

Kaum yang menyembah berhala

Dalam buku Kisah Para Nabi: Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi sejak Nabi Adam Hingga Isa (2015) karya Ibnu Katsir, nama lengkap Nabi Nuh adalah Nuh bin Lamik bin Matwasyalakh bin Khanukh (Idris) bin Yarad bin Mahlayil bin Qanin bin Anwasy bin Syits bin Adam.

Awalnya Bani Rasib merupakan penduduk yang bertakwa dan selalu beribadah kepada Allah SWT. Mereka orang-orang saleh dan taat menjalankan perintah-Nya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan ada lima orang laki-laki yang terkenal kesalehannya di antara penduduk. Kelima laki-laki tersebut bernama Wadd, Suwaa, Yaghut, Yauq, dan Nasr.

Ketika orang-orang saleh tersebut meninggal, terjadilah perubahan yang sangat drastis pada penduduk.

Kaum atau masyarakat pada masa itu kemudian menyembah berhala. Setan terus membisiki para penduduk dengan kemusyrikan.

Mereka membuat patung orang-orang saleh yang sudah meninggal tersebut dan diberi nama dengan nama-nama mereka.

Tujuanya patung dibuat untuk selalu mengenang kelima orang-orang yang saleh tersebut. Bahkan patung tersebut kemudian dimasukan ke dalam rumah masing-masing penduduk untuk dipuja dan disembah.

Baca juga: Kapal Nabi Nuh Adalah Pulau Maria di Australia?

Patung-patung tersebut kemudian disembah dan dimuliakan hingga itu menjadi kegiatan ibadah rutin di masyarakat.

Penyembahan terhadap patung-patung tersebut terus berlangsung pada generasi-generasi berikutnya meski sudah berganti.

Bahkan patung tersebut terus berkembang dan muncul ditengah-tengah bangsa Arab sesudahnya masa itu.

Diutusnya Nabi Nuh

Nabi Nuh merupakan rasul pertama yang di utus Allah SWT kepada penduduk bumi.

Nabi Nuh diutus untuk menyampaikan ajaran tauhid dan memerintah manusia agar menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya.

Para kaum Nabi Nuh juga dilarang untuk menyembah selain kepada Allah, seperti berhala, atau patung.

Nabi Nuh memberikan pemahaman kepada kaumnya tentang esensi ajarah tauhid, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan tiada Tuhan selain Dia.

Baca juga: Replika Bahtera Nabi Nuh Terbesar di Dunia Resmi Dibuka

Diceritakan jika Nabi Nuh berdakwak kepada kaumnya dengan berbagai cara yang dilakukan baik siang malam.

Dengan cara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.

Akan tetapi, apa yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Bahkan kaumnya semakin tenggelam dalam kesesatan dan kesombongan.

Mereka semakin memusuhi dan mengintimidasi Nabi Nuh serta para pengikutnya yang beriman. Bahkan mengejek dan menghina pengikut dan dakwah yang dilakukan Nabi Nuh.

Namun apa yang dilakukan kaumnya tidak membuat putus asa Nabi Nuh. Ia terus berdakwah dengan sabar meski tidak banyak penduduk yang mau mengikuti ajarannya.

Membangun bahtera (kapal)

Meski dakwah terus dilakukan, namun Nabi Nuh tidak melihat adanya kebaikan dan kemaslahatan kaumnya.

Bahkan kaumnya sudah melakukan hal-hal diluar batas dengan cara menentang dan mendustakan dakwah dengan berbagai cara baik ucapan maupun perbuatan.

Baca juga: Al Quran, Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad

Nabi Nuh kemudian berdoa kepada Allah SWT mengenai apa yang dilakukan kaumnya.  Allah pun mengabulkannya,  Nabi Nuh diminta untuk membuat sebuah bahtera atau kapal yang besar.

Allah menegaskan kepada Nuh, bahwa jika telah datang perintah dari Allah dan azab-Nya telah menimpa kaumnnya.

Selama membuat bahtera, orang-orang kafir terus mengejek dan mencemohnya, termasuk anaknya sendiri yang bernama Kan'an.

Nabi Nuh tetap sabar dan fokus pada pembuatan bahtera yang diperintahkan Allah. Nuh juga memberikan semangat para pengikutnya.

Setelah beberapa lama, akhirnya bahtera selesai. Nabi Nuh menerima wahyu untuk segera mengumpulkan orang-orang yang berimana.

Nuh juga membawa hewan-hewan yang masing-masing sepasang. Setelah semua sudah siap, langit mulai gelap dan tampak hitam menggulung langit.

Baca juga: Sinopsis Film The Message, Kisahkan Perjuangan Nabi Muhammad SAW

Angin bertiup kencang. Petir menyambar dan hujan deras pun turun.

Makin lama, air semakin tinggi dan deras hingga gunung-gunung terendam.

Bahtera yang dibuat bergerak dan para penumpang selamat.

Sementara orang-orang kafir yang berusaha menyelamatkan diri digulung oleh ombak dan kemudian tenggelam. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tujuan-Tujuan Seni Lukis

Tujuan-Tujuan Seni Lukis

Skola
Hasil Pertanian Negara Jerman

Hasil Pertanian Negara Jerman

Skola
Ciri-ciri Tari Kontemporer

Ciri-ciri Tari Kontemporer

Skola
Contoh Soal Barisan Geometri dan Pembahasannya

Contoh Soal Barisan Geometri dan Pembahasannya

Skola
Etika Komunikasi: Pengertian dan Fungsinya

Etika Komunikasi: Pengertian dan Fungsinya

Skola
Apa itu Komunikasi yang Efektif dan Bagaimana Contohnya?

Apa itu Komunikasi yang Efektif dan Bagaimana Contohnya?

Skola
Proses dan Fungsi Komunikasi Menurut Para Ahli

Proses dan Fungsi Komunikasi Menurut Para Ahli

Skola
Komunikasi: Pengertian dan Unsurnya

Komunikasi: Pengertian dan Unsurnya

Skola
Contoh Campuran: Homogen, Heterogen, Suspensi, dan Koloid

Contoh Campuran: Homogen, Heterogen, Suspensi, dan Koloid

Skola
Teori Masuknya Islam di Nusantara

Teori Masuknya Islam di Nusantara

Skola
Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Skola
Contoh Penerapan Sila Keempat Pancasila

Contoh Penerapan Sila Keempat Pancasila

Skola
Kronologi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan

Kronologi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan

Skola
Contoh Teks Ceramah Singkat tentang Covid-19

Contoh Teks Ceramah Singkat tentang Covid-19

Skola
Arti dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Arti dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.