Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/06/2020, 19:15 WIB

 

KOMPAS.com - Kondisi iklim Indonesia adalah salah satu bagian dari keadaan fisik wilayah Indonesia yang merupakan bagian dari keadaan alam Indonesia.

Kondisi iklim Indonesia

Mengutip Kemdikbud RI, Indonesia berada di wilayah iklim tropis. Ciri iklim tropis adalah suhu udara yang tinggi sepanjang tahun yaitu sekitar 27 derajat Celcius.

Di daerah iklim tropis, tidak ada perbedaan yang jauh antara musim hujan dan musim kemarau. Perbedaan suhu pada musim kemarau dan musim hujan relatif kecil di Indonesia.

Kondisi ini berbeda dengan daerah lintang sedang yang perbedaan suhu bisa sangat ekstrim antara musim panas dan musim dingin. Suhu musim dingin mencapai -20 derajat Celcius dan suhu musim panas mencapai 40 derajat Celcius.

Baca juga: Keadaan Fisik Wilayah Indonesia

Secara umum, keadaan iklim di Indonesia dipengaruhi tiga jenis iklim, yaitu iklim muson, iklim laut, dan iklim tropis.

  • Iklim muson: dipengaruhi angin musim yang berubah-ubah setiap periode waktu tertentu, satu periode perubahan adalah 6 bulan.
  • Iklim tropis: terjadi karena Indonesia berada di daerah tropis, suhu tinggi mengakibatkan penguapan tinggi dan berpotensi terjadinya hujan.
  • Iklim laut: terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut luas, sehingga banyak penguapan dan mengakibatkan hujan.

Tiga jenis iklim di Indonesia tersebut berdampak pada tingginya atau besarnya curah hujan. Curah hujan antarwilayah di Indonesia bervariasi, tetapi umumnya curah hujan di Indonesia sekitar 2.500 milimeter per tahun.

Kondisi curah hujan tinggi dan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat cocok untuk kegiatan pertanian, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduk. 

Dengan suhu yang tinggi dan curah hujan besar, penduduk Indonesia dapat melakukan berbagai aktivitas sepanjang tahun tanpa banyak terkendala oleh faktor iklim.

Hujan yang besar memungkinkan ketersediaan air dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan, seperti pertanian, perikanan, air minum, tenaga listrik, dan lain-lain.

Baca juga: Keadaan Alam Indonesia

Yang menarik, di Indonesia terjadi angin muson. Angin muson adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudera dan benua.

Saat lautan atau samudera menerima penyinaran matahari, diperlukan waktu lebih lama untuk memanaskan lautan. Sedangkan daratan lebih cepat menerima panas. Akibatnya, lautan bertekanan lebih tinggi dibandingkan daratan. Udara bergerak dari lautan ke daratan.

Saat musim hujan di Indonesia (Oktober-April), angin muson yang bergerak dari Samudera Pasifik menuju wilayah Indonesia dibelokkan oleh gaya coriolis, sehingga arah angin muson berubah menjadi angin barat dan disebut angin muson barat.

Saat bergerak menuju wilayah Indonesia, angin muson dari Samudera Pasifik telah membawa banyak uap air, sehingga turun menjadi hujan di Indonesia.

Sebaliknya, saat musim kemarau (Mei-September), angin muson dari Benua Australia atau angin muson timur yang bertekanan maksimum, bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia.

Karena dua pertiga wilayah Benua Australia berupa gurun, udara yang bergerak mengandung sedikit uap air. Udara itu hanya melewati wilayah lautan sempit antara Australia dan Indonesia sehingga mengandung uap air sedikit. Maka di Indonesia terjadi musim kemarau.

Baca juga: Keragaman Etnik dan Budaya Indonesia

Petani di Indonesia mulai menyiapkan lahan untuk bercocok tanam pada musim hujan. Jenis tumbuhan yang ditanam adalah yang membutuhkan air pada awal pertumbuhannya, contoh padi.

Sedangkan nelayan mengurangi frekuensi melaut karena saat musim hujan sering terjadi cuaca buruk dan gelombang laut cukup besar yang berbahaya. Hasil tangkapan ikan sedikit, sehingga pasokan ikan sedikit dan harga ikan mahal.

Musim hujan tidak banyak berpengaruh pada aktivitas masyarakat Indonesia yang pekerjaannya tidak berhubungan lansung dengan alam, seperti pegawai atau karyawan.

Saat musim kemarau, sebagian petani membiarkan lahan tidak ditanami karena tidak ada pasokan air. Sebagian petani bercocok tanam mengandalkan air dari sungai atau saluran irigasi. Petani memilih jenis tanaman yang tidak perlu banyak air.

Nelayan dapat mencari ikan di laut saat musim kemarau tanpa terganggu cuaca buruk. Hasil tangkapan ikan lebih besar dibandingkan musim hujan sehingga pasokan ikan berlimpah.

Baca juga: Letak dan Luas Indonesia

Pola angin muson yang bergerak menuju wilayah Indonesia saat angin muson barat dimanfaatkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia untuk melakukan perpindahan atau migrasi dari Asia ke berbagai wilayah di Indonesia.

Perahu yang digunakan untuk melakukan migrasi masih sederhana dan masih mengandalkan kekuatan angin, sehingga gerakan perahu mengikuti arah gerakan angin muson.

Sekitar 2.000 tahun SM, terjadi gelombang perpindahan rumpun bangsa Melayu-Austronesia (Melayu Kepulauan Selatan). Melayu-Austronesia adalah ras Mongoloid yang berasal dari daerah Yunan di China Selatan.

Dari tempat itu mereka menyebar ke daerah-daerah hilir sungai besar di Teluk Tonkin. Sekitar 200 SM, mereka pindah menyebar ke daerah-daerah Semenanjung Malaya, Indonesia, Filipina, Formosa, pulau-pulau Lautan Teduh (Pasifik) sampai ke Madagaskar.

Kelompok migrasi dari Yunan ke Indonesia inilah yang dianggap sebagai asal mula nenek moyang bangsa Indonesia.

Keadaan iklim saat nenek moyang datang ke Indonesia hampir sama dengan saat ini. Secara umum, keadaan curah hujan di Indonesia tergolong tinggi tetapi tidak merata.  Di wilayah kepala burung Papua Barat (sebelah barat Manokwari) curah hujan tinggi. Di Nusa Tenggara dan Sulawesi Utara curah hujan rendah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Kemdikbud
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengerjakan Soal Cerita Pembagian Kelas 4 SD

Cara Mengerjakan Soal Cerita Pembagian Kelas 4 SD

Skola
Mengapa Lichens disebut Tumbuhan Perintis?

Mengapa Lichens disebut Tumbuhan Perintis?

Skola
Macam-macam Bentuk Migrasi Burung

Macam-macam Bentuk Migrasi Burung

Skola
Pengertian Pers dalam Arti Sempit dan Luas

Pengertian Pers dalam Arti Sempit dan Luas

Skola
Pemasaran Tradisional: Pengertian dan Contohnya

Pemasaran Tradisional: Pengertian dan Contohnya

Skola
Contoh Pencemaran Cahaya

Contoh Pencemaran Cahaya

Skola
Pengertian Alkana, Alkena, dan Alkuna

Pengertian Alkana, Alkena, dan Alkuna

Skola
Bilangan Kubik: Pengertian dan Contohnya

Bilangan Kubik: Pengertian dan Contohnya

Skola
Fungsi Hormon Auksin pada Tumbuhan

Fungsi Hormon Auksin pada Tumbuhan

Skola
Bagaimana Plak dan Karies pada Gigi Muncul

Bagaimana Plak dan Karies pada Gigi Muncul

Skola
Fungsi Nitrogen dalam Kehidupan Sehari

Fungsi Nitrogen dalam Kehidupan Sehari

Skola
Zat Mineral yang Berguna untuk Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Zat Mineral yang Berguna untuk Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Skola
Tulang Rusuk Manusia: Bagian dan Fungsinya

Tulang Rusuk Manusia: Bagian dan Fungsinya

Skola
5 Manfaat Promosi Penjualan

5 Manfaat Promosi Penjualan

Skola
Perbedaan Direct Marketing dan Personal Selling

Perbedaan Direct Marketing dan Personal Selling

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+