Kompas.com - 17/06/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi Keraton Surakarta yang bisa dikunjungi secara virtual. SHUTTERSTOCK/HILDAWEGES PHOTOGRAPHYIlustrasi Keraton Surakarta yang bisa dikunjungi secara virtual.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Kerajaan Mataram Islam merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam di Pulau Jawa.

Berakhirnya kekuasaan Kerajaan Pajang pada perempat akhir abad ke-16 M muncul kakuatan politik baru, yaitu Kerajaan Mataram-Islam

Kerajaan Mataram Islam didirikan oleh Ki Ageng Pamanahan pada abad ke-16 yang kemudian menjadi raja. Pusat Kerajaan Mataram ada di Kotagede, Yogyakarta.

Pada masa kejayaannnya, Kerajaan Mataram Islam pernah menyatukan sebagian besar Pulau Jawa kecuali Kasultanan Banten dan Kasultan Cirebon.

Namun dalam perkembangannya terjadi perpecahan hingga akhirnya terpecah menjadi dua kerajaan pada 13 Februari 1755, yakni Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogjakarta Hadiningrat lewat perjanjian Giyanti.

Baca juga: Terjadinya Perjanjian Giyanti

Perjanjian Giyanti

Dalam buku Islam Jawa: Kesalehan Normatif Versus Kebatinan (2004) karya Mark R. Woodward, Perjanjian Giyanti menjadi puncak dari perselisihan di Kerajaan Mataram.

Perjanjian Giyanti ditandatangani oleh Mangkubumi, Pakubono III dan VOC.

Perjanjian Giyanti yang berlangsung di Desa Jantiharjo, Karanganyar, Jawa Tengah menghasilkan keputusan penting berupa pembagian kerajaan Mataram menjadi dua, yaitu Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat.

Sejak Perjanjian Giyanti tersebut membuat kedudukan kerajaan Mataram berakhir. Kemudian Mangkubumi diangkat sebagai Sultan Hamengkubuwono 1 pada 13 Februari 1755.

Sultan Hamengku Buwana I segera memerintahkan untuk mendirikan keraton dengan berbagai macam sarana atau bangunan pendukung, untuk mewadahi aktivitas pemerintahan suatu kerajaan.

Dalam perjanjian tersebut, wilayah Surakarta meliputi sebelah timur Sungai Opak (yang melintasi daerah Prambanan sekarang). Sementara wilayah Yogyakarta meliputi sebelah barat.

Kendati Perjanjian Giyanti berhasil mengakhiri sekitar 8 tahun perang saudara, nama sama sekali tidak mengubah secara mendasar watak politik Jawa.

Baca juga: Samudera Pasai, Kerajaan Islam Pertama di Nusantara

Memang baik Pakubuwono III atau Hamengkubuwono I menerima pembagian kerajaan.

Tapi intrik politik, perjanjian-perjanjian perkawinan, dan persaingan budaya menjadi perangkat konflik baru menggantikan peperangan.

Masing-masing tidak yakin mampu melawan persekutuan satu sama lainnga dengan VOC.

Konflik panjang

Perpecahan Kerajaan Mataram sudah berlangsung cukup lama saat Kerajaan Mataram pindah dari Kartasura ke Desa Sala (Solo).

Perpindahan tersebut terjadi setelah Keraton Kartasura hancur akibat adanya pemberontakan yang dipimpin Mas Garendi atau Sunan Kuning melawan raja dan berhasil menguasai istana pada 30 Juni 1742.

Pada November 1742, PB II dapat pulang ke Kartasura dan menduduki tahta kembali. Namun istana Mataram di Kartasura menjadi rusak berat.

Kemudian PB II memindahkan dan membangun kerato di Desa Sala (Solo). Pada 1749, raja Mataram PB II Wafat dan digantikan anaknya yang bergelar PB II.

Baca juga: Politik Jepang Menarik Simpati Bangsa Indonesia

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada masa pemerintahan PB III, Kerajaan Mataram terjadi kehidupan politiknya sering kali juga tidak stabil.

Bahkan terjadi perlawanan hebat dari Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi.

PB II dan Pangeran Mangkubumi adalah saudara, di mana putra dari Amangkurat IV. Sementara Raden Mas Said merupakan salah satu cucu Amangkurat IV.

Adanya perselisihan ini mereka saling memerangi sejak 1746. Perlawanan Mangkubumi berhenti dengan adanya kesepakatan dalam bentuk Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755.

VOC memaikan peranan penting dalam Perjanjian Giyanti yang memecah menjadi dua Kerajaan Mataram.

Dalam Perjanjian Giyanti, VOC mendapatkan keuntungan.

Di mana ada keharusan dari kedua keraton untuk mendapat persetujuan dalam pengangkatan pepatih dalem atau pemegang kendali eksekutif keraton.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Urutan Gelombang Elektromagnetik Berdasarkan Energinya

Urutan Gelombang Elektromagnetik Berdasarkan Energinya

Skola
Fotosintesis CAM: Adaptasi Tumbuhan Xerofit

Fotosintesis CAM: Adaptasi Tumbuhan Xerofit

Skola
The Four Horsemen of Apocalypse, Pola Komunikasi Perusak Hubungan

The Four Horsemen of Apocalypse, Pola Komunikasi Perusak Hubungan

Skola
Apa yang Dimaksud dengan Insolasi?

Apa yang Dimaksud dengan Insolasi?

Skola
Urutan Proses Sedimentasi

Urutan Proses Sedimentasi

Skola
Jenis Kenampakan Alam Wilayah Daratan Beserta Ciri-cirinya

Jenis Kenampakan Alam Wilayah Daratan Beserta Ciri-cirinya

Skola
Pengertian Konsumsi dan Ciri-cirinya

Pengertian Konsumsi dan Ciri-cirinya

Skola
Ciri-ciri Sejarah sebagai Ilmu

Ciri-ciri Sejarah sebagai Ilmu

Skola
Teori Occupatie dalam Teori Terbentuknya Negara

Teori Occupatie dalam Teori Terbentuknya Negara

Skola
Alasan Terjadinya Monopoli

Alasan Terjadinya Monopoli

Skola
4 Perbedaan Puisi dan Prosa

4 Perbedaan Puisi dan Prosa

Skola
Ucapan Selamat Sembuh dalam Bahasa Inggris

Ucapan Selamat Sembuh dalam Bahasa Inggris

Skola
Ketidaksetaraan Ekonomi Dunia

Ketidaksetaraan Ekonomi Dunia

Skola
Manfaat Minyak Kelapa Sawit Tidak Hanyak untuk Memasak

Manfaat Minyak Kelapa Sawit Tidak Hanyak untuk Memasak

Skola
Apex Predator: Hewan yang Menduduki Puncak Rantai Makanan

Apex Predator: Hewan yang Menduduki Puncak Rantai Makanan

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.