Mengapa Bangunan Roboh Saat Gempa Bumi?

Kompas.com - 31/05/2020, 19:00 WIB
Ilustrasi. FREEPIKIlustrasi.

Jumlah goyangan getaran yang terjadi dalam satu detik disebut sebagai frekuensi dan dalam hal gempa bumi dikenal sebagai frekuensi alami.

Terjadinya gempa bumi tidak hanya bisa dihitung frekuensinya tetapi juga periode, yaitu jumlah detik yang diperkukan untuk menyelesaikan satu siklus.

Baca juga: Mengapa di Indonesia Sering Terjadi Gempa?

Kekakuan dan frekuensi alami berbanding lurus satu sama lain sedangkan massa dan frekuensi alami berbanding terbalik satu sama lain.

Biasanya saat terjadi gempa bumi, bangunan-bangunan tinggi bergetar dan roboh sedangkan bangunan-bangunan kecil tetap berada di tempatnya.

Penyebabnya adalah faktor massa dan kekakuan. Bangunan-bangunan yang memiliki massa kecil dan kekakuan besar akan lebih mudah runtuh.

Selama bertahun-tahun, para ahli geologi dan para insinyur bekerja bersama untuk menghentikan bangunan agar tidak jatuh.

Mereka berupaya meneliti tanah, jenis tanah, bahan bangunan dan berbagai faktor lain untuk dapat mengurangi dampak gempa bumi.

Halaman:

Sumber Kidpid
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X