Sejarah Parasut: Sketsa dari Leonardo da Vinci

Kompas.com - 31/05/2020, 16:00 WIB
Parasut shutterstockParasut

KOMPAS.com - Keberadaan terjun payung tidak bisa lepas dari parasut yang digunakan untuk terjun.

Prinsip kerja parasut ditemukan oleh Leonardo da Vinci pada awal tahun 1480, tetapi demonstrasi pertama pemakaiannya dilakukan pada tahun 1783.

Dalam buku The Book of Origins (2007) karya Trevor Homer, saat itu sang seniman legendaris Leonard da Vinci sedang membuat sketsa yang menggambarkan perlengkapan untuk melakukan terjun payung.

Namun, rancangan konsep peralatan tersebut berlum direalisasikan menjadi kenyataan. Sketsa parasut yang digambar Leonardo da Vinci berbentuk segitiga.

Demonstrasi pertama pemakaian parasut dilakukan pada tahun 1783 oleh ahi fisika Perancis, Louis-Sebastien Lenormand ketika dia melompat dari atas sebuah pohon sambil memegang dua buah payung dan mendarat dengan selamat.

Baca juga: Burung Merpati jadi Simbol Pengiriman Surat

Andre-Jacques Garnerin naik dengan bantuan balon udara, yang kemudian dia lepaskan, memungkinkan parasutnya untuk membuka dan menurunkannya dengan aman ke tanah.Los Angeles Time Andre-Jacques Garnerin naik dengan bantuan balon udara, yang kemudian dia lepaskan, memungkinkan parasutnya untuk membuka dan menurunkannya dengan aman ke tanah.
Penerjunan pertama

Penerjunan dengan parasut yang pertama terjadi pada tahun 1797 ketika seorang warga negara Paris bernama Andre Jacques Garnerin sukses melompat dari sebuah balon.

Kabarnya dari jarak kira-kira 3.200 kaki, menggunakan sebuah parasut dengan keranjang berayun-ayun di bawahnya.

Istrinya, Jeanne Genevieve menjadi perempuan penerjun parasut pertama pada tahun 1799. Tahun 1802, Andre Jacques untuk pertama kalinya terjun dengan parasut di Inggris dari ketinggian 8.000 kaki.

Kemudian penerjunan dengan parasut dari pesawat yang pertama dan sukses terjadi pada tahun 1912 oleh Kapten Angkatan Darat AS, Albert Berry.

Pada saat itu parasut tidak diberikan kepada para pilot pada Perang Dunia Pertama. Jumlah pesawat udara lebih sedikit daripada jumlah tentara.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X