Kompas.com - 27/05/2020, 16:00 WIB
ilustrasi revolusi prancis Encyclopaedia Britannicailustrasi revolusi prancis
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Revolusi Perancis merupakan salah satu dari revolusi besar dunia yang mampu mengubah tatanan kehidupan masyarakat. Revolusi Perancis merupakan suatu periode sosial radikal dan pergolakan politik di Perancis.

Di mana memiliki dampak bagi sejarah Perancis sendiri, bagi Eropa, dan pengaruh ke beberapa negara dunia.

Dilansir Encyclopaedi Britannica (2015), Revolusi Perancis adalah gerakan revolusioner yang mengguncang Perancis antara 1787 dan 1799.

Namun, mencapai klimaks di Perancis pada 1789. Oleh karena itu, istilah konvensional menunjukkan akhir dari rezim lama di Perancis.

Baca juga: Paham yang Mempengaruhi Pergerakan Nasional 

Penyebab terjadinya revolusi

Sebelum terjadinya Revolusi Perancis, sistem kehidupan yang mengatur masyarakat berjalan sangat buruk.

Dalam berbagai bidang kehidupan, seperti politik, sosial, dan ekonomi berlangsung pada situasi yang tidak adil dan kacau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekuasaan raja yang absolut

Kekuasaan raja yang absolut dimulai sejak Perancis dipimpin oleh Henry IV, namun benar- benar diterapkan pada pemerintahan Louis XIII (1610-1643).

Raja adalah penentu tunggal dalam urusan pemerintahan. Penerus-penerus Raja Louis XIII tetap mempertahankan sikap absolut dalam memerintah.

Pada masa pemerintah Raja Louis XIV (1643-1715) mengikrarkan dirinya sebagai pengganti Tuhan di dunia (le Droit Devin).

Selama memerintah, Raja Louis XIV memiliki negara secara mutlak, baik kekayaan maupun penduduknya.

Perancis mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Raja Louis XVI (1774-1789). Di mana pada waktu itu tengah terjadi krisis keuangan.

Selama Raja Louis XIV memerintah lebih banyak dikendalikan oleh permaisurinya, Marie Antoinette. Pemerintahan yang tidak kompeten membuat kekecewaan dan kebencian rakyat.

Ketimpangan masyarakat

Kekuasaan pemerintahan yang absolut membuat rakyat hidup tertekan dengan berbagai kewajiban yang memberatkan.

Baca juga: Faktor Penghambat dan Pendorong Kerja Sama ASEAN

Kondisi itu membuat kecemburuan sosial bagi rakyat. Bahkan mendorong munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang berusaha mempertahankan kemapanan.

Keadaan sosial tersebut membagi struktur masyarakat menjadi tiga golongan, yakni:

  • Golongan pertama (bangsawan)

Pada golongan pertama terdiri dari kerabat kerajaan dan pemilik tanah.

  • Golongan kedua (gereja atau agama)

Pada golongan kedua merupakan sebagian kecil masyarakat Perancis. Kelompok tersebut ada sekitar 65.000 jiwa dan berhasil menguasai seperlima dari tanah di Perancis.

  • Golongan ketiga (rakyat umum)

Golongan ketiga merupakan golongan terbesar dari rakyat Perancis. Di mana terdiri dari kaum borjuis, pengrajin, atau petani.

Jumlah pada golongan tersebut jumlahnya sekitar 25 juta jiwa dan dipandang rendah serta tidak mempunyai hak untuk memegang suatu jabatan.

Kondisi keuangan negara

Dengan kehidupan raja dan keluarga yang hidup boros dan mewah membuat kondisi keuangan negara lemah. Apalagi pada 1787 dan 1788 terjadi gagal panen dampak dari iklim yang tidak teratur.

Pada 1787 pemerintah juga memulihkan kebebasan ekspor biji-bijian, sehingga lumbung- lumbung kosong.

Baca juga: Makna dalam Pembukaan UUD 1945

Harga bijian-bijian yang membubung cepat menimbulkan kenaikan biaya hidup. Dampaknya banyak perusahaan yang gulung tikar.

Berkembangnya pemikiran baru

Pada pertengahan abad ke-18 di Perancis muncul para penulis dan filsuf terkenal.

Banyak tulisan-tulisannya yang mengilhami munculnya dan mendorong perubahan besar. Di mana tulisannya mengenai kesalahan-kesalahan pemerintah lama, ketidakadilan sosial dan kondisi keuangan.

Filsuf-filsuf pembaharu yang uncul seperti Montesquieu, Voltaire, atau Jean-Jacques Rousseau.

Meletusnya Revolusi Perancis

Dengan kondisi-kondisi Perancis yang terjadi seperti itu membuat ketidakpuasan dan kemarahan rakyat pada 1789.

Kritik tiada henti dilontarkan sepanjang abad oleh kaum elite negeri yang berilmu. Mereka menolak jarak antara tatanan politik dan sosial.

Baca juga: Konferensi Kolombo dan Konferensi Panca Negara, Cikal Bakal KAA

Dalam buku Sejarah Prancis, dari Zaman Prasejarah Hingga Akhir Abad ke-20 (2011) karya Jean Carpentier, pada awal 1789 marak bermunculan plakat-plakat dan lembaran berkala.

Rakyat Perancis pun mulai angkat bicara di seluruh pelosok Perancis saat mengisi cahiers de doleances (daftar keluhan) serta menyiapka pemilihan umum di tingkat daerah.

Pada 5 Mei 1789, dilaksanakan sidang Etats Generaux (majelis rakyat) di Versailles. Raja Louis menyampaikan janji-janji apabila persoalan negara terselesaikan.

Namum rakyat golongan tiga kecewa karena raja tidak mengeluarkan kata sepatah pun mengenai pembentukan undang-undang dasar.

Sidang tersebut mengalamai kemacetan karena ada ketidaksepakatan mengenai pemungutan suara.

Golongan satu dan dua, ingin pemungutan suara dilakukan pergolongan agar memperoleh kemenangan. Sementara golongan tiga meminta agar pemungutan suara dilakukan per kepala atau secara individu.

Baca juga: Bentuk Negara dan Bentuk Pemerintahan: Pengertian dan Macamnya

Namun Raja Louis tidak bisa mengambil keputusan. Sikap raja menimbulkan kekecewaan bagi golongan satu dan dua, sedangkan golongan tiga semakin bersemangat untuk mengadakan perubahan.

Pada 14 Juni 1789, golongan tiga membentuk Assemblee Nationale (Dewan Nasional). Dewan tersebut adalah sidang seluruh rakyat tanpa golongan.

Pada 9 Juli 1789, Assemblee Nationale Constituante (Dewan Nasional Konstituante) terbentuk. Dewan tersebut bertugas membuat rancangan undang-undang dasar.

Lahirnya dewan tersebut membuat kedudukan dan kewibawaan raja menjadi lemah. Pada 14 Juli 1789 terjadi penyerbuan ke penjara Bastille sebagai lambang absolutisme raja.

Penyerangan tersebut terjadi karena adanya informasi jika raja telah mengerahkan 20.000 pasukan untuk berjaga-jaga di sekitar Versailles atau Paris untuk menindas revolusi.

Penyerangan penjara Bastille sebagai penanda meletusnya Revolusi Perancis. Rakyat Perancis pun menetapkan 14 Juli 1789 sebagai Hari Nasional Perancis. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.