Niat dan Tata Cara Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Kompas.com - 16/05/2020, 12:45 WIB
Suasana malam ke-22 itikaf 10 hari terakhir di Masjid Habiburahman, Jalan Pajajaran No 154, Kota Bandung. Masjid yang didirikan Presiden ketiga RI BJ Habibie ini menjadi acuan dan tonggak semaraknya itikaf 10 hari terakhir Ramadhan di Kota Bandung dalam beberapa tahun terakhir. M SUFYANSuasana malam ke-22 itikaf 10 hari terakhir di Masjid Habiburahman, Jalan Pajajaran No 154, Kota Bandung. Masjid yang didirikan Presiden ketiga RI BJ Habibie ini menjadi acuan dan tonggak semaraknya itikaf 10 hari terakhir Ramadhan di Kota Bandung dalam beberapa tahun terakhir.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Memasuki 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan banyak dimanfaatkan umat Islam untuk beritikaf.

Itikaf biasa dilakukan di dalam masjid. Di mana aktivitasnya beribadah untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah atau introspeksi diri terhadap perbuatan-perbuatan yang dilakukannya.

Aktivitasnya, seperti salat wajib atau sunnah, membaca al quran, berzikir, dan sebagaianya.

Keutamaan itikaf sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Pada sebuah haditsnya, Rasulullah SAW, bahkan menyatakan bahwa i’tikaf di sepuluh malam terakhir bagaikan beritikaf bersama beliau.

“Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).

Baca juga: Quraish Shihab: Itikaf Selama Ramadhan Bisa Dilakukan di Rumah

Arti itikaf

Itikaf berasal dari bahasa Arab Akafa yang berati menetap, mengurung diri atau terhalangi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Itikaf merupakan berdiam diri beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjuahkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan).

Dikutip situs Nahdlatul Ulama (NU), secara terminologi itikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Tujuannya adalah semata-mata beribadah kepada Allah SWT.

Itikaf dapat dilakukan setiap saat, termasuk pada waktu-waktu yang diharamkan salat. Hukum itikaf adalah sunnah, tapi bisa menjadi wajib apabila dinazarkan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X