Lebih Dulu Bunga Atau Lebah?

Kompas.com - 09/05/2020, 18:00 WIB
Ilustrasi. unsplash/Jenna LeeIlustrasi.

KOMPAS.com - Bunga membutuhkan lebah dan lebah juga membutuhkan bunga. Dua cabang pohon kehidupan ini saling mengandalkan. Jadi, mana yang lebih dulu, bunga atau lebah?

Munculnya bunga di Bumi

Sulit membayangkan dunia tanpa bunga. Tetapi sekitar 140 juta tahun lalu, lanskap bumi terlihat sangat berbeda. Ada pterosaurus terbang di langit, ada mamalia kecil seperti tikus di tanah dan dinosaurus.

Tumbuhan pertama kali berkoloni di tanah sekitar 450 juta tahun lalu. Tetapi pada 300 juta tahun, awalnya tidak ditemukan satu pun bunga. Tumbuhan terbatas pada jenis seperti pakis, tumbuhan runjung, ginkgo, dan sikas.

Pada saat yang sama, terdapat banyak serangga yang masih bisa ditemui zaman sekarang, tetapi tidak ada lebah. Lalu mendadak, pada awal periode Kapur (Cretaceous) terjadi misteri yang menakjubkan. Bunga muncul di mana-mana.

Saat ini, ada sekitar 300 ribu - 500 ribu spesies tumbuhan berbunga (angiospermae), terdiri dari 9 dari setiap 10 tanaman di bumi. Hadirnya bunga-bunga pada cabang pohon kehidupan begitu penting.

Baca juga: Mengapa Kucing Suka Catnip?

Simbiosis mutualisme bunga dan lebah

Beragam jenis tanaman telah mengembangkan berbagai cara untuk bertukar sel reproduksi dengan pasangannya yang jauh. Tumbuhan tanpa bunga seperti runjung, mengandalkan angin untuk menerbangkan serbuk sari. Tetapi cara ini kurang efisien, bisa berhasil atau gagal.

Bunga sangat penting sebagai organ reproduksi untuk berkembang biak. Untuk meningkatkan kemungkinan reproduksi dengan tanaman lain, angiospermae punya cara tersendiri yaitu melalui serangga. Tetapi hal ini baru dimulai sekitar 150 juta tahun yang lalu.

Pohon Magnolia, salah satu spesies tanaman berbunga tertua yang masih ada sampai sekarang, tidak menghasilkan nektar pada bunganya. Sebaliknya, serangga seperti kumbang mengejar serbuk sari (pollen).

Serbuk sari lebih dari sekadar bahan genetik tanaman karena sangat bergizi. Serangga penyerbuk paling awal, datang untuk memakan serbuk sari dan kebetulan menjatuhkan beberapa remah di sepanjang jalan.

Baca juga: Apakah Sapi Bisa Berenang?

Kemudian terjalin hubungan yang disebut simbiosis mutualisme, yang bekerja sangat baik.

Halaman:

Sumber Kidpid
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X