Sejarah Hari Raya Waisak: Lahirnya Pangeran Siddharta

Kompas.com - 07/05/2020, 06:00 WIB
Pengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOPengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.

KOMPAS.com - Hari Raya Waisak jatuh pada tanggal 7 Mei 2020. Waisak menjadi hari suci agama Buddha.

Di berbagai negara, Hari Waisak juga dirayakan. Seperti Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka.

Dalam buku Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewati Prasasti (2012) karya Boechari, di beberapa tempat perayaan tersebut juga dikenal sebagai "Hari Buddha".

Dalam perayaan Waisak, diperingati tiga peristiwa dengan nama Trisuci Waisak.

Di mana perayaan dilakukan pada purnama pertama bulan Mei, sehingga tanggal jatuhnya Hari Raya Waisak bisa berbeda setiap tahunnya.

Peristiwa Trisuci Waisak, yaitu:

  • Lahirnya Pangeran Siddharta

Pangeran Siddharta merupakan anak seorang raja, yaitu Raja Sudodhana dan Ratu Mahamaya. Siddharta lahir di Taman Lumbini pada 623 Sebelum Masehi.

Baca juga: Tokoh di Balik Kemahsyuran Candi Borobudur

Lahirnya Siddharta ke dunia sebagai calon Buddha yang akan mencapai kebahagiaan tertinggi.

  • Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung

Pada usianya ke-35 tahun, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Sempurna dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada saat bulan Waisak.

  • Parinibbana

Buddha Gautama parinibbana atau wafat di Kusinara dalam usia 80 tahun pada 543 Sebelum Masehi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenis Paragraf: Induktif, Deduktif, Deduktif-Induktif, dan Ineratif

Jenis Paragraf: Induktif, Deduktif, Deduktif-Induktif, dan Ineratif

Skola
Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

Skola
Air Tanah dalam Siklus Hidrologi

Air Tanah dalam Siklus Hidrologi

Skola
Menggambar Ilustrasi: Pengertian dan Sejarah Ilustrasi

Menggambar Ilustrasi: Pengertian dan Sejarah Ilustrasi

Skola
Struktur Teks Cerpen

Struktur Teks Cerpen

Skola
Siklus Hidrologi: Jenis dan Komponen Pembentuknya

Siklus Hidrologi: Jenis dan Komponen Pembentuknya

Skola
Contoh Teks Eksplanasi tentang Sumpah Pemuda

Contoh Teks Eksplanasi tentang Sumpah Pemuda

Skola
Contoh Passive Voice

Contoh Passive Voice

Skola
Jenis-Jenis Ekosistem Pantai

Jenis-Jenis Ekosistem Pantai

Skola
Contoh Kalimat Present Continuous Tense

Contoh Kalimat Present Continuous Tense

Skola
Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Present Continuous Tense

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Present Continuous Tense

Skola
Taktik dan Strategi Perlombaan Lompat dan Lempar pada Atletik

Taktik dan Strategi Perlombaan Lompat dan Lempar pada Atletik

Skola
Jenis-Jenis Vegetasi Alam

Jenis-Jenis Vegetasi Alam

Skola
Adverb of Frequency: Sering, Jarang, dan Kadang dalam Bahasa Inggris

Adverb of Frequency: Sering, Jarang, dan Kadang dalam Bahasa Inggris

Skola
Taktik dan Strategi Perlombaan Jalan Cepat dan Lari

Taktik dan Strategi Perlombaan Jalan Cepat dan Lari

Skola
komentar
Close Ads X