Sejarah May Day

Kompas.com - 01/05/2020, 08:15 WIB
Massa peserta aksi Hari Buruh Internasional 2019 dari KSPN menggelar orasi di hadapan barikade kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (1/5/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMassa peserta aksi Hari Buruh Internasional 2019 dari KSPN menggelar orasi di hadapan barikade kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (1/5/2019).
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - May Day atau hari buruh selalu diperingati setiap tahunnya pada, 1 Mei.

Seluruh dunia termasuk Indonesia selalu memperingati May Day dengan berbagai kegiatan, seperti turun ke jalan.

Bahkan May Day dijadikan hari libur dibeberapa negera, salah satunya di Indonesia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), May Day merupakan hari peringatan kemenangan kaum buruh yang diperingati setiap 1 Mei.

Sejarah Hari Buruh

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), May Day dikenal juga Hari Buruh atau Hari Buruh Internasional.

Hari buruh untuk memperingati perjuangan bersejarah yang dibuat oleh pekerja dan gerakan buruh.

Pada 5 September 1882 di Amerika Serikat terjadi parade buruh terbesar.

Di mana diikuti sekitar 20.000 buruh sambil membawa spanduk bertuliskan "8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi".

Baca juga: Tanpa Demo, Serikat Buruh Peringati May Day dengan Bagi Bansos dan Pasang Spanduk

Mereka menuntut 8 jam kerja setiap harinya. Setelah sebelumnya mereka bekerja 10 jam setiap harinya.

Pada 1887, Presiden Amerika Serikat Grover Cleveland menetapkan 5 September sebagai hari libur umum. Di mana untuk menghormati para pekerja.

Tahun-tahun berikut aksi buruh tetap digelar dan menyebar diberbagai negara bagian. Namun, aksi-aksi yang berlangsung tersebut belum menjadi hari libur.

Pada 1 Mei 1886 terjadi aksi buruh dalam jumla h besar di Amerikat Serikat. Ada sekitar 400 ribu buruh yang ikut dalam aksi tersebut.

Tuntutannya tetap sama, yakni pengurangan jam kerja menjadi 8 jam dalam sehari. Aksi buruh saat itu berlangsung empat hari, mulai 1 Mei hingga 4 Mei.

Pada hari terakhir, buruh melakukan pawai besar-besaran.

Dalam aksi tersebut polisi melakukan penembakan secara membabi buta hingga menewaskan ratusan buruh.

Polisi juga menangkap sejumlah buruh yang menjadi pemimpin dalam aksi tersebut.

Peristiwa itu dikenal dengan sebutan Haymarket. Ratusan buruh yang tewas disebut sebagai martir.

Baca juga: Peringatan May Day, Serikat Buruh Tetap Suarakan Tolak RUU Cipta Kerja

Ditetapkan Hari Buruh

Pada 1889, Federasi Internasional Kelompok Sosialis dan Serikat Pekerja menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.

Penetapan Hari Buruh Internasional dilakukan saat berlangsungnya Konferensi Sosialis Internasional di Paris, Prancis pada 1889.

Penetapan tersebut untuk memperingati peristiwa Haymarket di Amerika Serikat pada 1886.

Hari Buruh di Indonesia

Peringatan Hari Buruh di Indonesia sudah dilakukan sejak 1920. Namun pada masa pemerintahan Presiden Suharto atau Orde Baru (Baru) tidak lagi diperingati.

Diberitakan Kompas.com (1/5/2016), May Day, pada pemerintahan Suharto identik dengan ideologi komunisme yang saat itu dilarang. Sehingga peringatan Hari Buruh, 1 Mei ditiadakan.

Langkah awal menghilangkan peringatan May Day dengan mengganti nama Kementerian Perburuhan pada Kabinet Dwikora menjadi Departemen Tenaga Kerja.

Presiden Suharto menunjuk Awaloedin Djamin menjadi Menteri Tenaga Kerja pertama di era Orde Baru.

Awaloedin Djamin melempar gagasan bahwah 1 Mei tidak cocok untuk peringatan hari buruh nasional.

Karena peringatan May Day selama ini telah dimanfaatkan oleh SOBSI/PKI. SOBSI merupakan Sentra Organisasi Buruh Seluruh Indonesia.

Di era reformasik aksi unjuk rasa ribuan buruh dan mahasiswa kembali dilakukan pada, 1 Mei 2000.

Baca juga: Jelang May Day, Buruh Lakukan Kampanye Virtual dan Bakti Sosial

Ketika itu ribuan buruh menuntut agar, 1 Mei kembali dijadikan hari buruh dan hari libur nasional.

Unjuk rasa yang digelar pada waktu itu disertai dengan aksi mogok. Itu membuat gerah para pengusaha, karena aksi mogok berlangsung selama satu minggu.

Jadi Hari Libur Nasional

Ketika era Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), hari buruh, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 2013.

Ini bersamaan dengan perayaan hari buruh yang diperingati di seluruh penduduk dunia.

Ditetapkan, 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional dituangkan dalam Peraturan Presiden.

Keputusan presiden yang menjadikan, 1 Mei sebagai hari libur nasional disambut baik para buruh.

Sumber: Kompas.com (Fachri Fachrudin|Editor: Indra Akuntono)


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenis Paragraf: Induktif, Deduktif, Deduktif-Induktif, dan Ineratif

Jenis Paragraf: Induktif, Deduktif, Deduktif-Induktif, dan Ineratif

Skola
Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi

Skola
Air Tanah dalam Siklus Hidrologi

Air Tanah dalam Siklus Hidrologi

Skola
Menggambar Ilustrasi: Pengertian dan Sejarah Ilustrasi

Menggambar Ilustrasi: Pengertian dan Sejarah Ilustrasi

Skola
Struktur Teks Cerpen

Struktur Teks Cerpen

Skola
Siklus Hidrologi: Jenis dan Komponen Pembentuknya

Siklus Hidrologi: Jenis dan Komponen Pembentuknya

Skola
Contoh Teks Eksplanasi tentang Sumpah Pemuda

Contoh Teks Eksplanasi tentang Sumpah Pemuda

Skola
Contoh Passive Voice

Contoh Passive Voice

Skola
Jenis-Jenis Ekosistem Pantai

Jenis-Jenis Ekosistem Pantai

Skola
Contoh Kalimat Present Continuous Tense

Contoh Kalimat Present Continuous Tense

Skola
Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Present Continuous Tense

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Present Continuous Tense

Skola
Taktik dan Strategi Perlombaan Lompat dan Lempar pada Atletik

Taktik dan Strategi Perlombaan Lompat dan Lempar pada Atletik

Skola
Jenis-Jenis Vegetasi Alam

Jenis-Jenis Vegetasi Alam

Skola
Adverb of Frequency: Sering, Jarang, dan Kadang dalam Bahasa Inggris

Adverb of Frequency: Sering, Jarang, dan Kadang dalam Bahasa Inggris

Skola
Taktik dan Strategi Perlombaan Jalan Cepat dan Lari

Taktik dan Strategi Perlombaan Jalan Cepat dan Lari

Skola
komentar
Close Ads X