Jelaskan Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara, Jawaban Belajar di Rumah TVRI

Kompas.com - 30/04/2020, 05:30 WIB
Sejarah Kerajaan Tarumanegara tangkapan layarSejarah Kerajaan Tarumanegara

Kemasyhuran Kerajaan Tarumanegara dicatat oleh prasasti zaman Purnawarman, di antaranya pembangunan pelabuhan dan beberapa sungai sebagai sarana perekonomian.

Dirinya juga memperluas kekuasaan dengan menaklukkan beberapa kerajaan kecil di Jawa Barat.

Selain itu pemerintahan Purnawarman sangat memperhatikan aliran sungai. Sungai-sungai diperbaiki, seperti tahun 410 Masehi Purnawarman memperbaiki Kali Gangga hingga Sungai Cisuba yang terletak di daerah Cirebon.

Baca juga: Faktor Kerajaan Aceh Berkembang Pesat dan Kemunduran

Pada 412 Masehi, dirinya juga memperindah alur Kali Cupu yang mengalir hingga istana raja.
Tahun 413 Masehi membangun Sungai Cimanuk dan pada 417 Masehi, Kali Gomati dan Cakrabaga diperbaiki.

Terakhir pada 419 Masehi, dirinya memperintahkan untuk memperdalam Sungai Citarum yang dinilai sebagai sungai terbesar di wilayah Kerajaan Tarumanegara.

Sungai menjadi sarana perekonomian penting sehingga pembangunan sungai membangkitkan perekonomian pertanian dan perdagangan.

Setelah itu beberapa raja tercatat memerintah Kerajaan Tarumanegara, seperti:

  • Wisnuwarman (434-455 Masehi)
  • Indrawarman (455-515 Masehi)
  • Candrawarman (515-535 Masehi)
  • Suryawarman (535-561 Masehi)
  • Kertawarman (561-628 Masehi)
  • Sudhawarman (628-639 Masehi)
  • Hariwangsawarman (639-640 Masehi)
  • Nagajayawarman (640-666 Masehi)
  • Linggawarman (666-669 Masehi)

Baca juga: Asal-usul Berdirinya Kerajaan Majapahit

Masa keruntuhan Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara mengalami kemunduran setelah dipegang oleh Sudhawarman. Saat itu dirinya memberikan kebijakan otonomi daerah kepada raja-raja di bawahnya. Namun kebijakan tersebut tanpa pengawasan.

Karena tidak diwasi, terjadilah perpecahan di Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan tersebut pecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat Musik Daerah Bengkulu

Alat Musik Daerah Bengkulu

Skola
Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Akordeon, Alat Musik Daerah Sumatera Selatan

Skola
Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Mengenal Alat Musik Gendang Panjang, Kepulauan Riau

Skola
8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

8 Alat Musik Daerah Sumatera Utara

Skola
Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan

Rumah Banjar Khas Kalimantan Selatan

Skola
Souraja, Rumah Adat Sulawesi Tengah

Souraja, Rumah Adat Sulawesi Tengah

Skola
Rumah Melayu Atap Lipat Kajang di Riau

Rumah Melayu Atap Lipat Kajang di Riau

Skola
Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Rumah Tradisional Sasadu, Khas Maluku Utara

Skola
Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Rumah Palimbangan, Rumah Tradisional Kalimantan Selatan

Skola
Melayu Atap Lontik, Rumah Adat Riau

Melayu Atap Lontik, Rumah Adat Riau

Skola
Keunikan Rumah Musalaki, Adat Nusa Tenggara Timur

Keunikan Rumah Musalaki, Adat Nusa Tenggara Timur

Skola
Mengenal Rumah Adat Bali

Mengenal Rumah Adat Bali

Skola
Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Riau

Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Riau

Skola
Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Rumah Baloy, Kediaman Suku Tidung

Skola
Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Keunikan Rumah Adat Using, Banyuwangi

Skola
komentar
Close Ads X