Kompas.com - 25/04/2020, 17:00 WIB
Ilusrasi. shutterstockIlusrasi.

KOMPAS.com - Istilah pandemi sering terdengar belakangan ini terkait penyebaran wabah virus corona (COVID-19) sejak akhir Desember 2019 di beberapa negara di dunia termasuk Indonesia. Tahukah kamu apa faktor penyebab pandemi dan tahapan pandemi?

Pandemi

Menurut Cambridge Dictionary, pandemi adalah penyakit berbahaya yang menginfeksi banyak orang sekaligus. Menurut KBBI, pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas.

Mengutip Encyclopaedia Britannica, pandemi adalah wabah penyakit menular yang terjadi di wilayah geografis yang luas dan prevalensi tinggi. Umumnya memengaruhi sebagian besar populasi dunia, biasanya selama beberapa bulan.

Pandemi muncul dari epidemi, yaitu wabah penyakit yang terbatas pada satu bagian wilayah, seperti satu negara. Suatu penyakit menjadi pandemi bila tersebar luas, membunuh banyak orang dan menular. Pandemi biasanya terkait dengan influenza.

Baca juga: Pandemi, Apa itu?

Faktor penyebab pandemi

Penyebab pandemi ada beberapa faktor. Misalnya strain baru atau subtipe virus yang pertama kali muncul pada hewan lalu menjangkau manusia dan mudah menular antarmanusia.

Di kasus lain, pandemi disebabkan agen penyebab penyakit yang bermutasi dan daya penularannya meningkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut WHO, pandemi mulai terjadi ketika memenuhi tiga kondisi, yaitu:

  1. munculnya penyakit baru pada populasi.
  2. agen menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit serius.
  3. agen menyebar dengan muda dan berkelanjutan di antara manusia.

Tahapan pandemi

WHO mendefinisikan tahapan pandemi ke dalam tiga periode yaitu interpandemic period, pandemic alert period dan pandemic period. Berikut ini penjelasannya:

Baca juga: Apakah Semua Penyakit Menular?

  • Interpandemic period

Fase 1: tidak ada subtipe virus influenza baru yang terdetesi pada manusia.
Fase 2: tidak ada subtipe virus influenza baru yang terdeteksi pada manusia, tetapi ada penyakit hewan yang mengancam manusia.

  • Pandemic alert period

Fase 3: infeksi manusia dengan subtipe baru tetapi tidak menyebar dari manusia ke manusia.
Fase 4: kelompok kecil dengan transmisi manusia ke manusia yang terbatas.
Fase 5: klaster yang lebih besar tetapi penyebaran antar manusia masih terlokalisir.

  • Pandemic period

Fase 6 Pandemi: penularan meningkat dan berkelanjutan pada populasi umum.

Baca juga: Apa itu Virus Corona?

Kapan pandemi berakhir?

Pandemi biasanya lambat dan berakhir dengan sendirinya. Meskipun prosesnya dapat dipercepat melalui strategi pencegahan yang efektif, seperti peningkatan kebersihan pribadi atau pengembangan vaksin.

Tetapi, pandemi ada yang terjadi bertahap sehingga penurunan aktivitas penyakit bisa jadi diikuti periode lain dengan prevalensi penyakit yang tinggi, sehingga memperpanjang wabah.

Pandemi paling mematikan

Sepanjang sejarah, sudah banyak terjadi pandemi yang mematikan. Tetapi pandemi paling mematikan adalah Black Death (1347-1351) dan flu Spanyol (1918-1919).

Black Death yang menghancurkan Eropa kemungkinan disebabkan wabah telah menewaskan sekitar 25 juta orang. Sedangkan pandemi influenza atau flu Spanyol telah merenggut sekitar 20-40 juta jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.