Apa itu Kleptomania?

Kompas.com - 05/04/2020, 18:00 WIB
Ilustrasi kleptomania pinterest.comIlustrasi kleptomania

KOMPAS.com - Kebanyakan orang tahu bahwa mencuri itu perbuatan salah, bahkan bisa dikatakan kriminal.

Tidak akan adil, jika kita mengambil suatu barang tanpa membayar atau minta izin pada pemiliknya.

Banyak orang di sekitar kita tentu akan menghindar dari sikap mencuri, karena ada konsekuensi hukumnya.

Namun, beberapa orang lainnya ternyata tidak bisa mengendalikan keinginan untuk mencuri atau mengambil milik seseorang.

Dilansir dari Wonderopolis, definisi kleptomania adalah seseorang yang tidak bisa berhenti atau mengendalikan keinginan untuk mencuri.

Biasanya, orang dengan kondisi ini merasa bersalah setelah mereka mengambil sesuatu yang bukan milik mereka.

Baca juga: Kenapa Ikan Paus Melompat dari Laut?

Para kleptomania ini sebenarnya tidak berniat mencuri, hanya saja sepertinya susah berhenti melakukannya.

Banyak orang membayangkan bahwa kleptomania akan mencuri barang-barang mahal, seperti televisi, perhiasan, emas, atau jam tangan mahal.

Kenyataannya, orang dengan kleptomania ini paling sering mengambil hal-hal kecil yang memiliki nilai kecil.

Dalam banyak kasus, sebenarnya mereka yang kleptomania dapat membeli barang curiannya.

Di lain waktu, mereka mengambil barang-barang kecil dari orang lain yang mungkin tidak bermaksud meninggalkannya (ketinggalan).

Lalu mengapa mencuri?

Banyak yang merasa kondisi tersebut sulit dipahami. Penting untuk diingat, bahwa bagi orang-orang dengan kleptomania ini bukan tentang ingin mencuri.

Baca juga: Sejak Kapan Pekerjaan Rumah Ada?

Hal ini tentang tidak bisa menghentikan dorongan untuk mengambil sesuatu.

Seberapa umumkah kleptomania?

Kleptomania ini sangat jarang terjadi, hanya sekitar 0,3 hingga 0,6 persen orang yang memiliki kondisi tersebut.

Tidak ada penyebab jelas kleptomania. Tetapi para ahli mencatat bahwa itu sering bertepatan dengan gangguan kontrol impuls lainnya, seperti penyalahgunaan zat.

Namun, dengan perawatan intensif dapat membantu orang dengan kleptomania bisa mengendalikan impuls mereka.

Perawatan tersebut termasuk terapi dan pengobatan. Hanya saja, penderita ini kesulitan menemukan perawatan yang pas.

Kebanyak mereka selalu merasa bersalah tentang tindakannya untuk berbicara tentang kondisi mereka.

Baca juga: Mengapa Kucing Mengubur Kotorannya?

Selain itu, banyak yang khawatir mereka akan ditangkap karena mencuri jika bercerita dengan jujur.

Tentu saja, tidak semua orang yang mencuri memiliki kleptomania. Beberapa orang merencanakan pencurian sebelumnya dan mencuri barang-barang berharga. Mereka mungkin tidak memiliki kelainan ini.

Tetapi jika seseorang tidak bisa menahan keinginan untuk mencuri, kleptomania bisa menjadi akar masalahnya.

Penting untuk diingat bahwa kleptomania bukanlah kegagalan moral, itu adalah kondisi mental yang dapat diobati.

Jika Anda mengenal seseorang yang menunjukkan gejala gangguan ini, dorong mereka untuk berbicara dengan orang dewasa yang tepercaya.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X