Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenis-jenis Hujan: Orografis, Konveksi, dan Frontal

Kompas.com - 01/04/2020, 18:00 WIB
Nibras Nada Nailufar

Penulis

KOMPAS.com - Hujan adalah turunnya air dari langit. Namun, tak semua hujan sama.

Ada beberapa jenis hujan berdasarkan proses terjadinya. Berikut penjelasan tiga jenis hujan seperti dilansir dari Cuaca dan Iklim (2018):

Hujan orografis

Ilustrasi hujan orografisLantash Ilustrasi hujan orografis

Fenomena hujan yang sering terjadi di wilayah pegunungan adalah hujan orografis.

Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena udara yang mengandung uap air terhalang oleh pegunungan.

Baca juga: Proses Terjadinya Hujan

Gerak yang terhalang itu membuat udara naik ke lereng pegunungan. Akibatnya, suhu udara menjadi dingin.

Udara terus naik. Sampai di ketinggian tertentu, barulah terjadi proses kondensasi atau pengembunan dan terbentuklah awan. Selanjutnya terjadi hujan.

Hujan konveksi

Hujan konveksi atau hujan zenithal adalah hujan yang terjadi karena udara yang mengandung uap air naik secara vertikal (konveksi).

Baca juga: Mengenal Hujan Zenithal

 

Ilustrasi hujan konveksi atau hujan zenithalWaryono Ilustrasi hujan konveksi atau hujan zenithal
Udara naik karena adanya pemanasan. Udara yang naik itu kemudian mengalami penurunan suhu.

Turunnya suhu membuat udara yang mengandung uap air mengalami proses kondensasi dan membentuk awan.

Awan akan menurunkan hujan ketika sudah tak lagi menahan kumpulan titik-titik airnya.

Hujan konveksi biasa terjadi di daerah yang panas atau tropis seperti Indonesia.

Baca juga: Hujan Buatan: Proses dan Manfaatnya

Hujan frontal

Ilustrasi hujan frontalSuryatna Rafii Ilustrasi hujan frontal
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi karena adanya pertemuan antara massa udara panas dengan massa udara dingin.

Udara yang panas selalu ada di atas udara yang dingin.

Pertemuan itu mengakibatkan udara berkondensasi dan membentuk awan.

Hujan frontal biasa terjadi di daerah dengan iklim sedang.

Baca juga: Mengapa Hujan Deras Selalu Diikuti Awan Mendung dan Petir?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com