Modal Koperasi

Kompas.com - 25/03/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi uang psphotographIlustrasi uang

KOMPAS.com - Koperasi membutuhkan modal untuk bisa menjalankan usaha yang menguntungkan.

Permodalan koperasi diatur dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Dilansir dari Mengenal Koperasi (2019), modal koperasi terbagi menjadi dua yakni modal sendiri dan modal pinjaman.

Modal sendiri

Modal sendiri adalah modal yang berasal dari anggota koperasi. Modal dikumpulkan lewat:

  • Simpanan pokok anggota

Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wahib dibayarkan tiap anggota kepada koperasi saat masuk menjadi anggota.

Baca juga: Landasan Koperasi

Simpanan pokok tiap anggoat sama. Simpanan ini tidak dapat diambil selama masih jadi anggota.

  • Simpanan wajib

Simpanan wajib adalah sejumlah uang yang wajib dibayar anggota kepada koperasi pada waktu tertentu.

Tiap anggota bisa menyetor simpanan wajib sesuai keinginan dan kemampuannya.

Simpanan ini tidak bisa diambil selama masih menjadi anggota koperasi. Namun dapat diminta dengan cara dan waktu yang ditentukan.

Simpanan ini wajib dibayarkan pada waktu tertentu seperti halnya iuran bulanan.

Baca juga: Bentuk Koperasi: Primer dan Sekunder

  • Dana cadangan

Dana cadangan adalah dana yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha (SHU) dan dicadangkan untuk menutup kerugian koperasi jika diperlukan.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X