Hari Raya Nyepi: Sejarah dan Prosesinya

Kompas.com - 25/03/2020, 08:00 WIB
Umat Hindu mengikuti upacara Melasti di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019). Upacara rangkaian Hari Raya Nyepi yang diikuti ribuan umat Hindu tersebut bertujuan untuk mensucikan diri secara lahir dan batin. ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONOUmat Hindu mengikuti upacara Melasti di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019). Upacara rangkaian Hari Raya Nyepi yang diikuti ribuan umat Hindu tersebut bertujuan untuk mensucikan diri secara lahir dan batin.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru Saka. Perayaan kali ini merupakan perayaan Tahun Baru Saka 1942 atau bertepatan, 25 Maret 2020.

Pada perayaan Hari Raya Nyepi, tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum.

Sejarah Tahun Saka

Dilansir situs Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), hari suci atau hari raya merupakan hari yang diperingati secara istimewa berdasarkan keyakinan umat.

Hari suci atau hari raya mempunyai makna dan fungsi yang sangat penting sebagai penuntun dalam mengarungi dunia kehidupan.

Baca juga: 4 Rangkaian Hari Raya Nyepi Beserta Makna di Baliknya

 

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya yang dilaksanakan setiap tahun, yaitu sehari setelah  Tileming Sasih Kesanga.

Sejarah mencatat tentang perkembangan lahirnya tahun saka adalah di India. Pada saat itu di India banyak terdapat suku-suku bangsa dan mereka saling bermusuhan karena ingin menguasai dan menjajah daerah lain.

Suku-suku bangsa tersebut seperti Saka (Scythia), Pahlawa (Parthia), Yueh-chi, Yawana dan Malawa. Mereka berkeinginan saling menundukan satu sama lain dan silih berganti dapat menguasai.

Saat Suku Saka mengalami masa jaya dan digdaya mampu mengalahkan dan menundukan suku-suku bangsa lainnya.

Suku bangsa Saka adalah suku bangsa pengembara yang terkenal dengan ramah dan riang dalam menghadapi tantangan hidup.

Suatu saat suku bangsa Saka terdesak oleh suku-suku lain. Kemudian suku bangsa Saka membuat strategi baru dari perjuangan politik dan militer menjadi kebudayaan.

Halaman:

Sumber PHDI
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X