Kompas.com - 20/03/2020, 12:00 WIB
Suku-suku di Indonesia saat ini dan asal-usulnya. Infografik: Dicky/KOMPASSuku-suku di Indonesia saat ini dan asal-usulnya.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Indonesia merupaka negara kepulauan yang penuh dengan keragaman budaya, suku bangsa, ras, etnis, agama, maupun bahasa daerah.

Meski kaya akan keragaman, namun mereka tetap satu Indonesia. Ini sesuai dengan semboyan
Bhineka Tunggal Ika, yang artinya meskipun berbeda-beda tetap satu jua.

Dilansir situs www.indonesia.go.id, bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri
dari berbagai suku bangsa, agama, dan bahasa.

Kemajukan itu terjalin dalam satu ikatan bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan bangsa
yang utuh dan berdaulat.

Kemajemukan bangsa Indonesia tidak hanya terlihat dari beragamnya jenis suku bangsa. Tapi
terlihat juga dari beragamnya agama yang dianut penduduk.

Keragaman Indonesia adalah kekayaan sekaligus berkah bagi bangsa Indonesia.

Baca juga: Indonesia sebagai Negara Kesatuan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Merujuk pada sensus penduduk oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2010, Indonesia
memiliki sekitar 1.340 suku bangsa.

Suku Jawa yang berasal dari Pulau Jawa bagian tengah hingga timur sebagai kelompok suku
terbesar dengan populasi sebanyak 85,2 juta jiwa atau sekitar 40,2 persen dari populasi
penduduk Indonesia. 

Suku bangsa terbesar kedua adalah Suku Sunda yang berasal dari Pulau Jawa bagian barat
dengan jumlah mencapai 36,7 juta juwa atau 15,5 persen.

Suku Batak menyusul sebagai terbesar ketiga dengan jumlah mencapai 8,5 juta jiwa atau 3,6 persen yang berasal dari Pulau Sumatra bagian tengah utara.

Terbesar ke empat adalah Suku asal Sulawesi selain Suku Makassar, Bugis, Minahasa dan
Gorontalo. Jumlah terbesar keempat ini sendiri merupakan gabungan dari 208 jenis suku
bangsa Sulawesi, Untuk terbesar kelima adalah Suku Madura.

Kemajemukan bangsa Indonesia tidak hanya terlihat dari beragamnya jenis suku bangsa, namun terlihat juga dari beragamnya agama yang dianut penduduk.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, dari jumlah suku yang terdata
itu, Suku Jawa merupakan kelompok yang terbesar di Indonesia, kemudian ada Kalimantan dan Papua memiliki.

Pembagian kelompok suku di Indonesia tidak mutlak dan tidak jelas. Hal ini akibat dari
perpindahan penduduk, pencampuran budaya, dan saling memengaruhi. 

Baca juga: 6 Istana Kepresidenan di Indonesia

Faktor penyebab keberagaman

Keberagaman suku bangsa yang dimiliki Indonesia menjadi kekayaan bangsa. Ada beberapa
faktor munculnya keberagaman, yakni:

  • Letak geografis

Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki ribuan pulau. Luas wilayah Indonesia
yang besar berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang dimiliki

Kondisi itu menjadikan sumber keberagaman tercipta, seperti suku, budaya, ras, dan
golongan. Dengan kondisi tersebut menimbulkan perbedaaan dalam masyarakat.

Pastinya satu pulau dengan pulau yang lain memiliki perbedaan atau karakteristik masing-
masing.

  • Pengaruh kebudayaan asing

Keberagaman bisa muncul karena pengaruh kebudayaan asing yang miliki ciri yang berbeda.
Biasanya lewat komunikasi atau mereka datang ke Indonesia.

Sehingga terjadi akulturasi atau pencampuran unsur kebudayaan asing denga kebudayaan
Indonesia.

  • Kondisi iklim dan alam yang berbeda

Kondisi iklim dan alam antar wilayah di Indonesia berbeda. Perbedaan musim hujan dan
kemarau antar daerah, perbedaan kondisi alam seperti pantai, pegunungan mengakibatkan
perbedaan pada masyarakat.

Baca juga: Sistem Hukum di Indonesia

Sehingga membuat komunitas masyarakat memiliki kebudayaan yang berbeda. Ada komunitas
masyarakat yang mengandalkan laut untuk sumber pemenuhan kebutuhan kehidupannya.

Pendataan 

Dikutip situs Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia adalah negeri yang kaya “gemah ripah
loh jinawi”. Kekayaan itu tidak sebatas pada hasil alam saja, tetapi juga pada ragam suku,
bahasa, agama, kepercayaan, dan adat istiadat.

Pada kekayaan suku bangsa, Indonesia memiliki ratusan nama suku bahkan ribuan jika dirinci
hingga subsukunya. Kemajuan teknologi dan kemudahan di bidang transportasi mendorong
peningkatan mobilitas penduduk.

Dampak dari mobilitas penduduk mempercepat perubahan komposisi suku di suatu wilayah. Ini menjadi potensial konflik sosial, ekonomi, maupun politik.

Data suku di Indonesia pertama kali dihasilkan melalui Sensus Penduduk (SP) pada 1930 oleh
Pemerintah Belanda.

Pada era Orde Baru, pengumpulan data terhenti karena adanya "political taboo" yang memandang bahwa membahas suku adalah upaya yang dapat mengancam
keutuhan bangsa.

Baca juga: Kondisi Awal Indonesia Merdeka

Pada era Reformasi, data suku mulai dikumpulkan kembali oleh BPS melalui SP 2000 dan
dilanjutkan pada SP 2010.

Berikut nama-nama suku bangsa berdasarkan wilayah di Indonesia:

  • Jawa

ISI Yogyakarta menonjolkan kreasi baru yang menceritakan kebanggaan pada kekayaan keragaman Indonesia di karnival Menoreh Art Festival 2019.KOMPAS.COM/DANI JULIUS ISI Yogyakarta menonjolkan kreasi baru yang menceritakan kebanggaan pada kekayaan keragaman Indonesia di karnival Menoreh Art Festival 2019.
Suku di jawa, yakni Jawa, Osing/Using, Tengger, Samin, Bawean/ Boyan, Naga, Nagaring.
Di Jawa juga ada suku Madura, Sunda, Betawi, Cirebon, dan Banten.

  • Kalimantan

Di Kalimantan ada suku Dayak Abai, Dayak Air Durian/Dayak Air Upas/Dayak Batu Payung/Dayak Belaban/ Dayak Kendawangan, Banjar Kuala/Batang Banyu/Pahuluan, Banjar.

  • Sumatera

Di Sumatera ada suku Batak Angkola, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak Dairi,
Batak Simalungun, Batak Tapanuli, Batak Toba, Dair.

Melayu Asahan, Melayu Deli, Melayu Riau, Langkat/ Melayu Langkat, Melayu Banyu Asin, Asahan, Melayu, Melayu Lahat, Melayu semendo, Minangkabau, Jambi, Kerinci, Anak Dalam/ Anak Rimbo, Batin, Kubu, Pindah

  • Sulawesi

Di Sulawesi ada suku Gorontalo, Makassar, Bantik, Minahasa, Pasan/Ratahan, Ponosakan,
Tombulu, Tonsawang, Tonsea/Tosawang, Atinggola, Suwawa, Mandar, Babontehu, Amatoa/
Ammatowa/ Orang Kajang, Ampana, Anak Suku Seko, Aserawanua, Bugis, Minahasa.

Baca juga: Periode Demokrasi Indonesia: Karakteristik dan Peralihannya

  • Nusa Tenggara Barat (NTB)

Di NTB ada suku Suku Nusa Tenggara Barat lainnya.

  • Bali

Di Bali ada suku Bali/Bali Hindu, Bali Majapahit, Bali Aga.

  • Aceh

Di Aceh ada suku Aceh/Achin/Akhir/Asji/A-Tse/Ureung Aceh, Alas, Aneuk Jamee,Gayo, Gayo
Lut, Gayo Luwes, Gayo Serbe Jadi, Kluet, Sigulai,Simeulue, Singkil, Tamiang.

  • Nusa Tenggara Timur (NTT)

Di NTT ada suku Abui, Adabe, Alor/Belagar/Kelong/Manete/ Mauta/Seboda/Wersin,
Atanfui/Atani/Atoni/ Atoni Meto/Dawan, Babui, Bajawa, Bakifan, Barawahing, Barue, Belu,
Blagar, Boti, Bunak/ Marae, Dadua, Deing, Ende, Fa.

  • Papua

Di Papua ada suku Abau, Abra, Adora, Aikwakai, Aiso, Amabai, Amanab, Amberbaken, Arandai, Arguni, Asienara, Atam, Hatam, Atori, Baham, Banlol, Barau, Bedoanas, Biga, Buruwai,
Karufa, Busami, Hattam, Iha, Kapaur, Inanwa.

Sumber: www.indonesia.go.id

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.