Tujuan PDRI

Kompas.com - 17/03/2020, 20:15 WIB
Ilustrasi Museum PDRI. KemdikbudIlustrasi Museum PDRI.

KOMPAS.com - Pada saat terjadi Agresi Militer Belanda II, untuk menyelamatkan keberadaan Republik Indonesia Presiden Soekarno memerintahkan pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia ( PDRI).

Tahukah kamu apa tujuan sekaligus peran PDRI pada saat Agresi Militer II?

PDRI

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, saat Agresi Militer II, Presiden Soekarno memberikan mandat pada Syafruddin Prawiranegara yang berada di Bukittinggi untuk membentuk pemerintah darurat.

Soekarno juga mengirimkan mandat kepada Maramis dan Sudarsono di New Delhi, India apabila pembentukan PDRI di Sumatera mengalami kegagalan.

Syafruddin berhasil mendeklarasikan berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Kabupaten Lima Puluh Kota pada 19 Desember 1948.

Susunan pemerintahan PDRI adalah:

  1. Syafruddin Prawiranegara sebagai Ketua merangkap Perdana Menteri, Menteri Pertahanan dan Menteri Penerangan.
  2. TM Hassan sebagai Wakil Ketua merangkap Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Menteri Agama
  3. SM Rasyid sebagai Menteri Keamanan merangkap Menteri SOsial Pembangunan dan Pemuda
  4. Lukman Hakim sebagai Menteri Keuangan merangkap Menteri Kehakiman
  5. Sitompul sebagai Menteri Pekerjaan Umum merangkap Menteri Kesehatan
  6. Maryono Danubroto sebagai Sekretaris PDRI
  7. Jenderal Sudirman sebagai Panglima Besar
  8. AH Nasution sebagai Panglima Tentara Teritorial Jawa
  9. Kolonel Hidayat sebagai Panglima Tentara Teritorial Sumatera

Baca juga: Sejarah dan Peran PDRI

Tujuan PDRI

Peran PDRI adalah sebagai penjaga eksistensi Republik Indonesia. PDRI bertujuan untuk mempertahankan dan menegakkan pemerintah RI.

Berikut ini peranan PDRI:

  1. PDRI berfungsi sebagai mandataris kekuasaan pemerintah RI dan sebagai pemerintah pusat.
  2. PDRI sebagai kunci dalam mengatur arus informasi sehingga mata rantai komunikasi antardaerah tidak terputus.

Radiogram tentang berdirinya PDRI dikirimkan kepada Ketua Konferensi Asia, Pandit Jawaharlal Nehru oleh Radio Rimba Raya di Aceh Tengah pada 23 Januari 1948.

PDRI juga berhasil menjalin hubungan dan berbagi tugas dengan perwakilan RI di India. Dari India, informasi keberadaan dan perjuangan bangsa dan negara Indonesia disebarluaskan ke seluruh dunia. Sehingga dunia mengetahui keadaan RI yang sesungguhnya.

Baca juga: PDRI dan Tonggak Revolusi

Halaman:

Sumber Kemdikbud
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X