Kompas.com - 06/03/2020, 20:00 WIB
Pengungsi korban konflik di Wamena dievakuasi dengan ambulans setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Sebanyak 51 korban konflik di Wamena tersebut dievakuasi dengan menggunakan pesawat hercules C130 milik TNI Angkatan Udara. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPengungsi korban konflik di Wamena dievakuasi dengan ambulans setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Sebanyak 51 korban konflik di Wamena tersebut dievakuasi dengan menggunakan pesawat hercules C130 milik TNI Angkatan Udara.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang majemuk atau beragam. Kondisi tersebut akan memengaruhi perilaku individu atau kelompak dengan individu dan kelompok lain.

Adanya keberagaman tersebut rawan dan berpotensi terjadi konflik sosial. Bahkan bisa mengarah pada tindak kekerasan.

Munculnya konflik sosial tidak terjadi dengan sendirinya dan tidak sesederhana yang dibayangkan.

Banyak faktor yang menyebabkan munculnya konflik di permukaan.

Baca juga: Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Arti konflik sosial

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konflik adalah percekcokan, perselisihan, dan pertentangan.

Konflik sosial adalah pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan.

Konflik berasal dari kata kerja latin "configere". Artinya saling memukul.

Secara sosiologi, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih.

Di mana salah satu pihak berusaha yang ingin menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya.

Konflik sering kali berubah menjadi kekerasan terutama ada upaya-upaya dengan pengelolaan konflik tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh pihak yang berkaitan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Feedback (Umpan Balik): Pengertian dan Jenisnya dalam Komunikasi

Feedback (Umpan Balik): Pengertian dan Jenisnya dalam Komunikasi

Skola
Organ Analog: Pengertian dan Contohnya

Organ Analog: Pengertian dan Contohnya

Skola
4 Fungsi Komunikasi Menurut William I. Gorden

4 Fungsi Komunikasi Menurut William I. Gorden

Skola
Ciri Khas Puisi Rakyat

Ciri Khas Puisi Rakyat

Skola
Cara Melestarikan Budaya Indonesia

Cara Melestarikan Budaya Indonesia

Skola
Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Datar

Ciri-Ciri dan Sifat Bangun Datar

Skola
Manusia Masa Praaksara di Indonesia

Manusia Masa Praaksara di Indonesia

Skola
Jenis Iklim yang Memengaruhi Iklim di Indonesia

Jenis Iklim yang Memengaruhi Iklim di Indonesia

Skola
Mengapa Perilaku Konsumen Penting untuk Dipelajari?

Mengapa Perilaku Konsumen Penting untuk Dipelajari?

Skola
Teras Berita (Lead): Pengertian dan Fungsinya

Teras Berita (Lead): Pengertian dan Fungsinya

Skola
Gangguan Teknis, Semantik, dan Psikologis dalam Proses Komunikasi

Gangguan Teknis, Semantik, dan Psikologis dalam Proses Komunikasi

Skola
Bagaimana Sifat Komunikasi Kelompok?

Bagaimana Sifat Komunikasi Kelompok?

Skola
Hak Warga Negara Indonesia dalam UUD 1945

Hak Warga Negara Indonesia dalam UUD 1945

Skola
Kemiskinan: Definisi, Jenis, dan Faktor Penyebabnya

Kemiskinan: Definisi, Jenis, dan Faktor Penyebabnya

Skola
4 Pilar Kebangsaan: Pengertian dan Tujuannya

4 Pilar Kebangsaan: Pengertian dan Tujuannya

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.