Kompas.com - 24/02/2020, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet berlangsung setelah Perang Dunia II.

Perang itu berlangsung hingga Uni Soviet bubar di akhir 1980-an.

Selama puluhan tahun, persaingan ideologi antara kedua negara membawa dampak yang besar bagi dunia.

Ada dampak buruk, namun ada juga dampak positif.

Apa saja dampak Perang Dingin bagi Indonesia? Berikut seperti dirangkum dari pemberitaan Kompas.com:

Baca juga: Perang Dingin: Faktor, Persaingan, dan Dampaknya

Pertentangan ideologi di Indonesia

Di Indonesia, AS berusaha menghalau ideologi komunisme yang disebarkan Uni Soviet. Berbagai cara dilakukan AS lewat badan intelijennya, CIA.

Salah satunya pemberontakan terhadap pemerintahan Presiden Soekarno yakni Pemberontakan PRRI/Permestta.

Dikutip dari Kegagalan Politik Luar Negeri Amerika Serikat di Vietnam (2015), AS termakan hasutan Belanda.

Keterlibatan AS dalam Pemberontakan PRRI/Permesta terbukti dengan tertangkapnya Allan Pope, penerbang AS yang jatuh setelah pesawatnya ditembak di Ambon pada 1958.

Tak hanya pengaruh AS, pengaruh Uni Soviet juga mendorong pemberontakan. Tokoh komunis Indonesia, Musso, menggerakkan Pemberontakan di Madiun pada 1948.

Baca juga: Seputar G30S/ PKI (2): Apa Sih Bedanya PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme?

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.