Kompas.com - 20/02/2020, 17:00 WIB
ilustrasi globe shutterstock.comilustrasi globe

KOMPAS.com - Untuk melihat letak beberapa negara maupun benua yang ada di bumi, tentunya membutuhkan peta maupun globe.

Keduanya sama-sama memberikan informasi mengenai keberadaan suatu wilayah. Lalu seperti apakah globe itu?

Dilansir Encyclopaedia Britannica, globe merupakan gambaran bumi yang diperkecil dengan bentuk yang hampir sama dengan bentuk bumi.

Globe berbentuk bola, yang bisa diputar untuk mempermudah dalam mencari suatu tempat atau negara.

Biasanya globe dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Karena dengan globe dapat tergambar jelas batas-batas negara dan kota besar dari negara di dunia.

Selain itu, globe juga digunakan sebagai alat peraga di dunia pendidikan. Hal ini mempermudah pemahaman anak-anak mengenai gambaran bumi maupun planet ruang angkasa.

Baca juga: Pengamat Politik: Istri Wali Kota Batam Ikut Pilkada Kepri 2020, Ubah Peta Pilgub

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain dua kegunaan itu, kehadiran globe cukup penting sebagai sumber ilmu pengetahuan. Dengan globe, dapay menggambarkan iklim, vegetasi, arus laut, dan unsur yang lainnya.

Penggunaan globe

Globe dapat memberikan bermacam-macam informasi, antara lain:

  1. Menunjukkan bentuk bumi yang benar dan memperlihatkan permukaannya secara utuh.
  2. Menunjukkan sistem pembagian garis lintang dan garis bujur serta besarnya lingkaran garing lintang secara jelas.
  3. Menunjukkan jarak antargaris bujur. Semakin dekat dengan kutub, garis bujur semakin pendek, bertemu, dan saling memotong.
  4. Memperagakan terjadinya siang dan malam
  5. Memperagakan gerak rotasi bumi

Identifikasi informasi geografis pada globe

Garis lintang dan garis bujur dalam globe bertujuan sebagai berikut:

  1. Menemukan lokasi yang telah diketahui garis lintang dan garis bujurnya.
  2. Mengetahui keadaan iklim suatu daerah yang telah diketahui letak lintangnya.
  3. Mencari perbedaan waktu antara satu tempat dan temoat lain yang berbeda letak garis bujurnya.

Sejarah globe

patung Farnese Atlasshutterstock.com patung Farnese Atlas
Bola bumi pertama kali dibuat oleh astronomi Yunani pada abad ke-3 Sebelum Masehi.

Namun, semua bola bumi yang dibuat tidak ada yang menggambarkan isi bumi. Satu-satunya yang bertahan dan hampir menyerupai ada di bagian patung Farnese Atlas.

Baca juga: Perbedaan Peta, Atlas, dan Globe

Kemudian, globe yang menggambarkan keseluruhan dunia lama dibangun di dunia Islam.

Menurut para ahli, salah satu contoh bola bumi tersebut diperkenalkan ke Beijing oleh astronom Persia, Jamal ad-Din pada 1267.

Bola bumi tersebut kemudian diadopsi menjadi globe yang dibuat oleh Martin Behaim pada 1492.

Behaim merupakan pembuat peta, navigator, dan pedagang Jerman.

Globe lainnya adalah globe Hunt-Lenox pada 1510. Globe tersebut berukuran seperti jeruk yang dibuat dari dua bagian telur burung unta.

Globe Hunt-Lenox menjadi globe paling tua yang menggambarkan kondisi dunia baru. Sampai saat ini globe menjadi cukup populer dan banyak ditemukan baik di dunia pendidikan maupun perkantoran.

Bahkan tak jarang rumah-rumah besar juga memiliki globe pribadi hanya untuk sekedar hiasan atau memang sebagai alat pembelajaran.

Baca juga: Cek Update Penyebaran Virus Corona di Link Peta Online Berikut Ini

Pembuatan globe

Secara tradisional, bola diproduksi dengan menempelkan peta kertas yang dicetak ke bola. Beberapa globe juga sering dibuat dengan kayu.

Jenis yang paling umum memiliki strip kertas yang panjang dan tipis, menyempit ke titik kutub.

Biasanya globe dipasang dengan sumbu putarannya 23,5 atau 0,41 radian dari vertikal. Hal tersebut menggambarkan sudut sumbu putar Bumi menyimpang dari tegak lurus ke bidang orbitnya.

Pemasangan ini juga memudahkan untuk memvisualisasikan bagaimana musim berubah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.